banner-sidebar
Balikpapan

Balikpapan Fokus Turunkan Stunting Lewat Posyandu dan Program Gempur Stunting

Avatar
879
×

Balikpapan Fokus Turunkan Stunting Lewat Posyandu dan Program Gempur Stunting

Share this article
Ilustrasi Stunting. Ft by ist

Kaltimdaily.com, Balikpapan – Pemerintah Kota Balikpapan terus memperkuat langkah dalam menekan angka stunting melalui program inovatif Gerakan Masyarakat Peduli Upaya Reduksi (Gempur) Stunting. Program ini digagas oleh Dinas Kesehatan (Dinkes) Balikpapan sebagai upaya meningkatkan peran Posyandu dalam pelayanan kesehatan masyarakat, terutama dalam pemenuhan gizi dan pemantauan tumbuh kembang anak di seluruh wilayah kota.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Balikpapan, Alwiati, menyampaikan bahwa berdasarkan data Survei Status Gizi Indonesia (SSGI), angka stunting di Balikpapan masih berada di kisaran 24,8 persen. Kondisi tersebut menjadi sinyal bagi pemerintah daerah untuk mempercepat langkah-langkah intervensi yang lebih efektif dan menyentuh langsung masyarakat.

Melalui program Gempur Stunting, Dinkes berupaya membangun kolaborasi antara tenaga kesehatan, kader Posyandu, dan masyarakat agar penanganan gizi buruk dapat dilakukan secara terarah. Setiap Posyandu dituntut aktif melakukan deteksi dini, pemantauan rutin, serta pendampingan berkelanjutan terhadap keluarga yang berisiko stunting, terutama yang memiliki bayi, balita, dan ibu hamil.

Sebagai bentuk motivasi, Pemkot Balikpapan memberikan penghargaan kepada kelurahan dan puskesmas yang berhasil mencapai kunjungan Posyandu 100 persen. Langkah ini diharapkan mendorong wilayah lain untuk lebih aktif dalam mendukung pelayanan kesehatan keluarga.

Menurut Alwiati, peringatan Hari Kesehatan Nasional (HKN) tahun ini menjadi momentum penting dalam memperkuat sinergi seluruh pihak. Dengan mengusung tema “Generasi Sehat Indonesia”, ia menekankan bahwa pemerintah berperan sebagai penggerak utama, namun kunci keberhasilan tetap ada di tangan masyarakat. Faktor seperti pola makan, pola asuh, dan kebersihan lingkungan rumah tangga dinilai sangat berpengaruh dalam mencegah stunting.

Selain itu, Dinkes juga aktif mendukung program Makan Bergizi Gratis (MBG) bagi pelajar di Balikpapan. Program ini menjadi salah satu bentuk pencegahan sejak dini untuk memastikan anak-anak memperoleh asupan nutrisi yang memadai setiap hari. Dengan pendekatan lintas sektor yang melibatkan dunia pendidikan, tenaga kesehatan, dan masyarakat, Pemkot Balikpapan optimistis angka stunting akan terus menurun secara bertahap.

Upaya Pemkot Balikpapan ini sejalan dengan visi kota sebagai pusat pembangunan manusia unggul di Kalimantan Timur. Melalui peran aktif masyarakat dan peningkatan pelayanan dasar di tingkat Posyandu, diharapkan terwujud generasi muda yang lebih sehat dan produktif di masa depan.

Komitmen Balikpapan dalam memerangi stunting juga menjadi bukti nyata bahwa pembangunan manusia tidak hanya diukur dari infrastruktur fisik, tetapi juga dari kualitas sumber daya manusianya. Dengan kolaborasi yang solid dan kesadaran kolektif masyarakat, Balikpapan menargetkan penurunan signifikan angka stunting menuju kota sehat, tangguh, dan berdaya saing tinggi. (*)

Maaf guys, kalian tidak bisa melakukan copy paste dari situs ini. Terima kasih