Kaltimdaily.com, Samarinda – Kabar gembira datang buat 47 warga di kawasan eks kebakaran Jalan Dr Soetomo, Samarinda Ulu. Kamis (14/8/2025) kemarin, Wali Kota Samarinda Andi Harun turun langsung buat nyerahin sertifikat tanah ke mereka. Acara ini digelar di lokasi tanah konsolidasi, Kelurahan Sidodadi.
Program ini bukan sekadar bagi-bagi sertifikat, tapi juga jadi gebrakan Pemkot Samarinda lewat Dinas Perumahan dan Permukiman (Perkim) barengan Badan Pertanahan Nasional (BPN) buat ngubah kawasan padat dan kumuh jadi lingkungan yang rapi, sehat, dan punya fasilitas dasar yang lengkap.
Andi Harun bilang, konsolidasi tanah ini penting banget biar warga korban kebakaran punya kepastian hukum atas tanah mereka. “Sekarang kawasan ini udah tertata, lebih sehat dari sebelumnya,” ujarnya sambil senyum.
Enggak cuma berhenti di Samarinda Ulu, orang nomor satu di Kota Tepian ini juga pengin program serupa diterapin di Samarinda Seberang. Tapi kuncinya, warga mesti mau ikut terlibat biar prosesnya lancar. “Kalau masyarakat ngerti manfaatnya, pengerjaan bisa cepat. Hasilnya bukan cuma lingkungan yang layak, tapi juga nilai tanahnya ikut naik,” tambahnya.
Selain itu, Andi Harun juga minta dukungan BPN buat ngebut penerbitan sertifikat aset tanah milik Pemkot. Tujuannya jelas—biar aset enggak diambil pihak lain dan bisa dimanfaatin buat nambah pendapatan asli daerah (PAD).
Acara ini juga dihadiri Dirjen Pengadaan Tanah dan Pengembangan Pertanahan Kementerian ATR/BPN, Embun Sari, sama Kepala Dinas Perkim Samarinda Herwan Rifa’i. Kehadiran mereka jadi bukti kalau program ini memang serius dan didukung pusat.
Dengan adanya sertifikat ini, warga eks kebakaran kini bisa napas lega. Mereka enggak cuma punya bukti kepemilikan yang sah, tapi juga kesempatan buat bangun rumah dan usaha di atas tanah sendiri tanpa rasa was-was.
Ke depan, program ini diharapkan jadi inspirasi buat penataan kawasan lain di Samarinda. Harapannya, kota ini makin rapi, nyaman ditinggali, dan warganya sejahtera. Kalau semua pihak saling dukung, bukan enggak mungkin Samarinda bakal jadi contoh sukses penataan kota di Indonesia. (*)

















