Kaltimdaily.com, Samarinda – Polresta Samarinda sukses banget bikin gebrakan gede lewat Operasi Antik Mahakam 2025. Selama operasi yang digelar dari 18 Juli sampai 7 Agustus 2025 ini, polisi berhasil bongkar 46 kasus narkoba dan nangkep 66 orang pelaku.
Kapolresta Samarinda, Kombes Hendri Umar, bilang kalau operasi ini nyasar semua kalangan yang terlibat dalam urusan narkoba. Mulai dari pemakai, pengedar, sampai otak di balik jaringan. “Seluruh jajaran melaksanakan Operasi Antik, targetnya upaya represif terhadap para pelaku penyalahgunaan narkotika sebagaimana diatur dalam UU Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika,” jelas Hendri waktu preskon di Mapolresta Samarinda, Kamis (7/8/2025).
Dari total kasus, 25 perkara ditangani langsung sama Satresnarkoba Polresta Samarinda. Sisanya dibagi ke Polsek-Polsek, kayak Polsek Pelabuhan Samarinda (4 kasus), Samarinda Seberang (4), Palaran (3), Samarinda Ulu (2), Sungai Kunjang (2), Sungai Pinang (2), Samarinda Kota (2), dan Satpolair (2).
Pelaku yang ditangkap kebanyakan cowok — 62 orang laki-laki dan cuma 4 cewek. Barang buktinya juga nggak main-main: 2,85 kg sabu, 14,85 gram ganja, 19 butir ekstasi, beberapa motor, HP, duit tunai, plus alat-alat buat kemas narkoba.
Kata Hendri, jumlah sabu yang diamankan itu bisa nyelametin sekitar 20 ribu orang dari bahaya narkoba, dengan nilai ekonomi nyampe Rp 2,86 miliar. Semua pelaku udah ditahan di Polresta Samarinda dan dijerat Pasal 114 ayat 2, Pasal 112 ayat 2, sama Pasal 132 UU Narkotika.
Operasi ini bukti kalau Polresta Samarinda bener-bener serius perangi narkoba di kota ini. Hendri juga wanti-wanti ke warga buat jauhi barang haram ini. “Kami akan terus gencar melakukan operasi agar Samarinda tetap aman dari ancaman narkotika,” tegasnya.
Selain itu, Hendri mengaku pihaknya bakal lebih sering gelar operasi rutin di titik-titik rawan, termasuk menggandeng komunitas dan warga buat ikut nyalurin info ke polisi kalau ada aktivitas mencurigakan. Harapannya, kerja sama ini bisa bikin rantai peredaran narkoba di Samarinda putus total.
Dengan gebrakan ini, Polresta Samarinda pengen kasih pesan keras ke para pelaku: Samarinda bukan tempat nyaman buat bisnis narkoba. Semua aparat siap turun langsung ke lapangan demi jaga masa depan generasi muda kota ini. (*)

















