banner-sidebar
KriminalKutai Kartanegara

Aksi Pemerasan di Jembatan Panjang Loa Janan, Pelaku Sudah Puluhan Kali Beraksi

Avatar
1047
×

Aksi Pemerasan di Jembatan Panjang Loa Janan, Pelaku Sudah Puluhan Kali Beraksi

Share this article
Tersangka. Ft by Ist

Kaltimdaily.com, Kukar – Seorang pemuda berinisial MS (23) akhirnya mendarat di jeruji besi setelah aksinya memeras sopir truk sambil bawa senjata tajam bikin geger dunia maya. Kejadian ini berlangsung Minggu (3/8/2025) dini hari sekitar jam 02.00 Wita di Jembatan Panjang, Desa Bakungan, Loa Janan, Kutai Kartanegara.

Kapolsek Loa Janan, AKP Abdillah Dalimunthe, bilang kalau korban, Fendi Trismianto (40), lagi nyetir truk soft loader bareng satu penumpang. Tiba-tiba, pelaku yang udah mabuk berat memalangkan motornya di tengah jalan, turun sambil bawa badik, lalu maksa korban kasih uang. Karena takut, korban terpaksa nyerahin duit Rp50 ribu.

Nggak mau diem, korban langsung unggah video pemerasan itu ke TikTok. Gak butuh waktu lama, video langsung viral dan nyangkut di radar tim khusus The Garangans dari Unit Reskrim Polsek Loa Janan. Setelah nyelidik, polisi berhasil meringkus MS pada Selasa (12/8/2025) di Pasar Bakungan. Pas digeledah, polisi nemuin sebilah keris nyelip di pinggangnya.

Dalam pemeriksaan, MS ngaku kalau duit hasil perasannya dipakai buat beli nasi Rp20 ribu, sisanya Rp30 ribu dipakai main judi slot. Yang bikin geleng-geleng, dia juga ngaku udah puluhan kali melakukan pemerasan ke pengendara di lokasi itu.

Barang bukti yang diamankan polisi termasuk sebilah keris lengkap sama sarungnya, satu unit motor Yamaha Mio KT-3854-UV, HP Vivo, dan flashdisk berisi rekaman pemerasan. Sekarang MS resmi ditahan dan dijerat pasal berlapis mulai dari UU Darurat soal senjata tajam, pasal pengancaman, sampai pasal pemerasan.

Aksi cepat tanggap dari kepolisian ini nggak cuma bikin pelaku kapok, tapi juga bikin warga Loa Janan dan pengguna jalan lebih tenang. Polisi juga ngasih peringatan keras buat para pelaku kejahatan jalanan: jangan coba-coba cari masalah di wilayah ini kalau nggak mau berakhir di sel tahanan.

Dengan viralnya kasus ini, warga diimbau untuk nggak takut melapor kalau nemuin aksi pemerasan atau ancaman di jalan. Semakin cepat info masuk ke pihak berwajib, semakin cepat juga penindakan dilakukan. Keamanan jalanan bukan cuma tugas polisi, tapi juga tanggung jawab bareng seluruh masyarakat. (*)

Maaf guys, kalian tidak bisa melakukan copy paste dari situs ini. Terima kasih