banner-sidebar
Samarinda

WFH Samarinda Dinilai Sukses, Disiplin ASN Tembus 93 Persen

Avatar
790
×

WFH Samarinda Dinilai Sukses, Disiplin ASN Tembus 93 Persen

Share this article
ASN. Ft by ist

Kaltimdaily.com, SAMARINDA – Program Work from Home (WFH) yang diterapkan Pemerintah Kota Samarinda setiap hari Jumat mulai menunjukkan hasil yang positif. Setelah berjalan hampir dua bulan, kebijakan tersebut dinilai bukan lagi sekadar uji coba pola kerja fleksibel, melainkan bagian dari transformasi birokrasi digital di lingkungan pemerintahan.

Pemerintah Kota Samarinda kini memanfaatkan sistem pemantauan digital untuk mengevaluasi pelaksanaan WFH secara menyeluruh. Berbagai indikator, mulai dari kedisiplinan Aparatur Sipil Negara (ASN), efisiensi operasional, hingga dampak penghematan energi, dipantau melalui dashboard terintegrasi secara real-time.

Pemanfaatan sistem digital ini membuat proses pelaporan menjadi lebih cepat, akurat, dan efisien dibandingkan metode manual yang sebelumnya digunakan. Dengan pendekatan tersebut, evaluasi kinerja ASN selama bekerja dari rumah dapat dilakukan secara lebih terukur.

Sekretaris Dinas Komunikasi dan Informatika Samarinda, Suparmin, mengatakan fase awal implementasi WFH memang sempat menghadapi sejumlah kendala teknis. Karena itu, selama bulan pertama dilakukan evaluasi dan penyesuaian sistem secara intensif agar seluruh mekanisme kerja dapat berjalan optimal.

Menurutnya, kondisi tersebut kini mulai stabil. Dalam dua pekan terakhir, hampir tidak ada kendala signifikan yang dilaporkan oleh perangkat daerah terkait pelaksanaan WFH.

Salah satu indikator paling menonjol terlihat dari meningkatnya tingkat kepatuhan ASN. Pada awal penerapan, angka disiplin pegawai masih berada di kisaran 60 hingga 70 persen. Namun kini terjadi peningkatan yang cukup signifikan.

Dari total 848 ASN yang terdata dalam sistem, sebanyak 791 pegawai atau sekitar 93 persen tercatat disiplin menjalankan kewajiban kerja dari rumah melalui aplikasi e-logbook yang telah disiapkan pemerintah.

Suparmin menjelaskan, ASN yang tidak menjalankan WFH tidak serta-merta dianggap melanggar aturan. Sebagian pegawai tetap diwajibkan hadir secara langsung karena memiliki tugas pelayanan maupun pekerjaan lapangan yang tidak memungkinkan dilakukan secara daring.

Selain meningkatkan efektivitas kerja birokrasi, kebijakan WFH juga memberikan dampak positif terhadap efisiensi anggaran daerah. Berkurangnya mobilitas ratusan ASN setiap Jumat secara langsung menekan konsumsi energi dan biaya operasional.

Pemkot Samarinda mencatat pengurangan mobilitas sekitar 850 ASN telah menurunkan penggunaan bahan bakar minyak lebih dari 1.000 liter dalam setiap pelaksanaan WFH. Pengurangan tersebut turut berdampak pada menurunnya emisi karbon secara signifikan.

Berdasarkan data yang dihimpun, penurunan emisi karbon mencapai sekitar 4.000 kilogram. Selain itu, biaya operasional kantor juga mengalami efisiensi cukup besar.

Penghematan penggunaan listrik tercatat mencapai sekitar Rp24 juta. Sementara konsumsi air berkurang hingga 39 meter kubik. Dari sisi pegawai, biaya transportasi juga ikut menurun dengan estimasi penghematan sekitar Rp18 juta setiap kali kebijakan WFH diterapkan.

Capaian ini menunjukkan bahwa kebijakan WFH di Samarinda tidak hanya berdampak pada pola kerja birokrasi, tetapi juga memberikan manfaat nyata terhadap efisiensi anggaran dan keberlanjutan lingkungan.

Transformasi digital yang dijalankan Pemkot Samarinda kini menjadi contoh bagaimana teknologi dapat mendukung reformasi birokrasi yang lebih modern, adaptif, dan responsif terhadap perkembangan zaman.

Ke depan, evaluasi terhadap kebijakan WFH diperkirakan akan terus dilakukan guna memastikan efektivitasnya tetap terjaga. Pemerintah juga berpeluang mengembangkan sistem kerja yang lebih fleksibel dengan tetap mengutamakan kualitas pelayanan publik.

Jika tren positif ini terus berlanjut, Samarinda berpotensi menjadi salah satu daerah percontohan dalam penerapan birokrasi digital di Indonesia. Efisiensi kerja, penghematan anggaran, dan dampak lingkungan yang positif menjadi fondasi penting menuju tata kelola pemerintahan yang lebih maju. (*)




Maaf guys, kalian tidak bisa melakukan copy paste dari situs ini. Terima kasih