Kaltimdaily.com, Samarinda – Pada 22 Oktober 2025, BMKG Kalimantan Timur mengeluarkan peringatan dini terkait potensi hujan sedang hingga lebat yang disertai kilat/petir dan angin kencang di sejumlah wilayah. Berdasarkan laporan yang diterima pada pukul 12:20 WITA, cuaca ekstrem ini diperkirakan akan terjadi pada pukul 12:30 WITA, dengan dampak yang meluas ke berbagai daerah di Kalimantan Timur.
Beberapa wilayah yang diprediksi terdampak hujan lebat, kilat, dan angin kencang antara lain:
- Kabupaten Paser: Muara Komam
- Kabupaten Kutai Kartanegara: Muara Muntai, Loa Kulu, Loa Janan, Anggana, Muara Badak, Tenggarong, Samboja, Muara Jawa, Sanga Sanga, Tenggarong Seberang, Marang Kayu
- Kabupaten Berau: Tabalar
- Kabupaten Kutai Barat: Bongan
- Kabupaten Kutai Timur: Teluk Pandan
- Kabupaten Penajam Paser Utara: Babulu, Sepaku
- Kota Samarinda: Palaran, Samarinda Ulu, Samarinda Utara, Sambutan
- Kota Bontang: Bontang Selatan dan sekitarnya
BMKG juga memperkirakan bahwa potensi cuaca buruk ini bisa meluas ke wilayah-wilayah lain di Kalimantan Timur, seperti:
- Kabupaten Paser: Tanjung Harapan, Long Ikis, Batu Engau
- Kabupaten Kutai Kartanegara: Sebulu
- Kabupaten Berau: Sambaliung, Segah, Gunung Tabur
- Kabupaten Kutai Timur: Sangatta Selatan
- Kabupaten Penajam Paser Utara: Penajam, Waru
- Kota Balikpapan: Balikpapan Timur, Balikpapan Barat, Balikpapan Utara, Balikpapan Tengah, Balikpapan Selatan, Balikpapan Kota
- Kota Samarinda: Samarinda Seberang, Samarinda Ilir, Sungai Kunjang, Sungai Pinang, Samarinda Kota, Loa Janan Ilir
- Kota Bontang: Bontang Barat dan sekitarnya
Cuaca buruk diperkirakan akan berlangsung hingga pukul 14:30 WITA, dan masyarakat diminta untuk tetap waspada. Aktivitas luar ruangan, terutama yang melibatkan transportasi, perlu diperhatikan karena cuaca ekstrem dapat mengganggu keselamatan.
Penting bagi masyarakat di daerah yang terdampak untuk terus memperbarui informasi cuaca terkini melalui aplikasi atau situs resmi BMKG untuk mengantisipasi perubahan kondisi cuaca yang cepat. Dengan peningkatan kesadaran masyarakat, diharapkan dapat meminimalkan dampak buruk cuaca ekstrem yang berpotensi terjadi. (*)















