Kaltimdaily.com, Bontang – Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni, lagi-lagi tunjukin ketegasannya soal aturan yang nyentuh langsung ruang publik.
Kali ini, beliau menyoroti iklan reklame rokok yang masih aja terpajang di beberapa titik strategis Kota Bontang, khususnya di sepanjang jalan protokol yang jadi wajah kota.
Menurut Bu Neni, kehadiran reklame rokok itu sama sekali gak cocok sama predikat Bontang sebagai Kota Sehat dan Kota Layak Anak (KLA).
Ia tegas minta semua reklame yang promosiin rokok segera diturunin, bersih tanpa sisa.
“Kalau masih ada iklan rokok yang nangkring di sepanjang jalan, apalagi di jalan utama, saya minta langsung dilepas. Gak usah nunggu lama,” ucap Neni, Rabu (11/6/2025), dengan nada serius.
Ia bahkan nyontohin satu titik yang ketahuan masih ada reklame rokok, yaitu di Jalan Pattimura, Kelurahan Api-Api, Bontang Utara. Menurutnya, iklan semacam ini bisa ngerusak citra kota dan ngasih contoh buruk ke anak-anak.
“Rokok itu pintu masuk ke hal yang lebih berbahaya, bisa jadi awal penyalahgunaan narkoba. Jadi jangan kasih ruang di jalan-jalan utama. Harus segera diturunkan,” tegasnya lagi.
Aksi ini jadi bagian dari komitmen Pemkot Bontang untuk ciptain lingkungan kota yang lebih sehat, edukatif, dan ramah buat anak-anak.
Gak cuma sekadar larangan, tapi jadi langkah nyata buat nunjukin arah kebijakan kota yang pro-generasi muda.
Larangan ini gak cuma simbolik, tapi sekaligus panggilan buat semua pihak – baik pengusaha periklanan maupun warga – buat lebih peduli terhadap pesan-pesan yang tersebar di ruang publik.
Edukasi visual di jalanan punya pengaruh besar, apalagi buat anak muda yang tiap hari lihatnya.
Semoga langkah tegas ini bisa jadi titik awal buat kota lain di Kaltim untuk ikut bersih-bersih dari iklan reklame rokok, dan bareng-bareng bangun ruang publik yang sehat dan lebih mendidik buat masa depan generasi kita. (*)

















