banner-sidebar
Kaltim

Usulan Helikopter untuk Kaltim, Solusi Krisis Pangan Wilayah Terpencil

Avatar
1249
×

Usulan Helikopter untuk Kaltim, Solusi Krisis Pangan Wilayah Terpencil

Share this article
Helikopter. Ft by Ist

Helikopter Jadi Solusi Andalan DPRD Kaltim Biar Bansos Gak Terlambat Lagi!

Kaltimdaily.co, Kaltim – Ketua DPRD Kalimantan Timur, Hasanuddin Mas’ud, nyaranin ide yang cukup ekstrem tapi masuk akal: pengadaan helikopter buat ngatasin susahnya distribusi bantuan ke daerah-daerah terpencil. Menurut dia, masih banyak wilayah di Kaltim, kayak Kutai Barat dan Mahakam Ulu, yang akses daratnya minim banget. Apalagi pas musim kemarau, sungai yang biasanya jadi jalur pengganti malah mulai mengering. Nah, satu-satunya jalan yang tersisa cuma lewat udara.

“Kalau akses darat susah, sungai kering, ya mau nggak mau kita harus mikir jalur udara, salah satunya pakai helikopter,” kata Hasan di Samarinda.

Hasan bilang, solusi kayak gini udah pernah dicoba sebelumnya waktu Pj Gubernur Akmal Malik masih menjabat. Saat itu, logistik didistribusikan lewat heli sewaan senilai Rp2 miliar yang dananya diambil dari kerja sama Pemprov, Polda Kaltim, dan Kodam. Menurut dia, model ini bisa banget dihidupkan lagi, apalagi buat kondisi darurat kayak sekarang.

Usulan pengadaan helikopter ini bukan cuma buat Kutai Barat dan Mahulu doang, tapi juga buat seluruh wilayah Kaltim yang aksesnya masih susah. Tapi Hasan juga ngingetin, harus ada pertimbangan serius soal biaya pengadaan dan perawatan helinya. Biar gak cuma semangat di awal doang.

“Saya sih berharap, usulan ini bisa didorong lagi. Karena kalau bencana datang, kita selalu telat kirim bantuan gara-gara aksesnya ribet,” tegas Hasan.

Dia juga kasih solusi lain soal pembiayaan helikopter. Gak melulu pakai dana APBD, katanya bisa juga dicoba lewat skema CSR dari perusahaan-perusahaan swasta yang beroperasi di Kaltim. Jadi semua pihak bisa bareng-bareng bantu masyarakat.

FYI, krisis pangan emang beneran nyata. Di Mahakam Ulu misalnya, harga beras bisa tembus Rp1 juta per sak isi 25 kg pas kemarau datang. Kebayang kan susahnya hidup di daerah yang jalurnya serba terbatas?

Kalau pengadaan helikopter ini beneran dijalankan, bisa jadi game-changer buat penanganan bencana dan distribusi bansos di Kaltim. Nggak cuma cepat, tapi juga bisa nyelamatin nyawa masyarakat di daerah pelosok yang selama ini kerap terabaikan.

Sekarang tinggal nunggu, akankah ide ini didukung penuh sama pemerintah dan pihak swasta? Atau lagi-lagi cuma wacana yang hilang ditelan angin? Warga Kaltim jelas berharap ada aksi nyata, bukan cuma janji manis di atas kertas. (*)




Maaf guys, kalian tidak bisa melakukan copy paste dari situs ini. Terima kasih