banner-sidebar
BisnisKaltimSamarinda

Sinergi Bankaltimtara, Kampus, dan Pemda Bangkitkan Ekonomi Kaltim

Avatar
885
×

Sinergi Bankaltimtara, Kampus, dan Pemda Bangkitkan Ekonomi Kaltim

Share this article
Diskusi Panel. Ft by ist

Kaltimdaily.com, Samarinda – Acara diskusi panel seru yang digelar di lantai 6 Kantor Pusat Bankaltimtara, Samarinda, Sabtu (19/7/2025), jadi ajang penyatuan kekuatan antara Bankaltimtara, kampus, dan Pemda buat ngangkat ekonomi rakyat, khususnya di level desa. Acara ini dikemas dengan tema “Sinergitas Kemitraan Perbankan Daerah, Perguruan Tinggi, dan Pemerintah Daerah untuk Pembangunan Ekonomi Kalimantan Timur dan berlangsung dari jam 1 siang sampai setengah lima sore.

Empat tokoh penting hadir sebagai narasumber, di antaranya Zainal Abidin (Dekan FEB Unmul), Siti Aisyah (Direktur Kredit Bankaltimtara), Puguh Harjanto (Kepala DPMPD Kaltim), dan Heni Purwaningsih (Kepala DPPKUKM Kaltim). Fokus obrolan mereka ada di penguatan BUMDes dan Koperasi Merah Putih, yang katanya jadi kunci buat majukan ekonomi desa secara inklusif dan berkelanjutan.

Puguh Harjanto bilang kalau desa itu punya peran vital banget dalam pembangunan daerah. Katanya, “BUMDes dan Koperasi itu bukan buat saingan, tapi saling melengkapi.” Ia juga tekanin soal pentingnya usaha desa disesuaikan sama potensi lokal, dan Pemprov siap bantu fasilitasi kerja bareng antara desa, kampus, dan lembaga teknis.

Siti Aisyah dari Bankaltimtara juga gak mau kalah. Dia ngajak semua pihak buat ningkatin akses keuangan lewat program kayak Laku Pandai, CMS, dan QRIS. Katanya, “Kalau koperasi dan BUMDes punya rekam jejak digital, mereka bakal gampang dapet akses kredit.”

Zainal Abidin dari Unmul juga dukung penuh gerakan ini. Dia bilang kampusnya siap bantu desa dalam hal pemetaan potensi dan peningkatan kapasitas SDM. “Gak cukup cuma punya legalitas, koperasi harus punya manajemen yang rapi juga,” tegasnya.

Gak ketinggalan, Heni Purwaningsih dari DPPKUKM Kaltim juga kasih pesan tajam. “Koperasi bukan cuma formalitas, tapi harus jalanin bisnis beneran. Harus untung dong,” katanya. Ia juga minta koperasi desa bisa kerja sama langsung sama industri besar biar produk lokal bisa nembus rantai pasok nasional.

Di akhir acara, semua sepakat: kolaborasi ini gak boleh cuma jadi seremoni, tapi harus dilanjutin dengan aksi nyata. Moderator Marga Rahayu nutup diskusi dengan harapan besar, “Ini harus jadi awal dari strategi bareng. Kita gak mau cuma kumpul, tapi beneran ngawal sampai tuntas!”

Kegiatan ini jadi bukti bahwa penguatan ekonomi desa gak bisa dilakukan satu pihak aja. Sinergi antara Bankaltimtara, perguruan tinggi, dan pemerintah daerah terbukti bisa membuka jalan buat membangun sistem ekonomi yang kuat dari bawah.

Semoga langkah konkret ini terus berlanjut dan jadi role model buat daerah lain. Kalau semua pihak serius dan konsisten, bukan hal mustahil ekonomi kerakyatan di Kaltim bisa jadi pondasi kokoh menuju Indonesia yang lebih mandiri dan berdaya. (YN)

Maaf guys, kalian tidak bisa melakukan copy paste dari situs ini. Terima kasih