Kaltimdaily.com, Kaltim – Gubernur Kalimantan Timur (Kaltim) Rudy Mas’ud melakukan peninjauan terhadap ruas jalan kabupaten dan provinsi di wilayah pesisir pada akhir pekan lalu. Peninjauan dimulai dari Kecamatan Anggana, Muara Badak, Marang Kayu, hingga berakhir di Bontang. Tujuan utama kegiatan ini adalah untuk meningkatkan konektivitas antar daerah serta membuka akses ekonomi di wilayah yang infrastruktur jalan masih terbatas.
Rudy didampingi oleh beberapa kepala organisasi perangkat daerah (OPD), seperti Kepala Dinas PUPR-Pera Kaltim Aji Muhammad Fitra Firnanda, Kepala Dinas ESDM Kaltim Bambang Arwanto, dan Kepala Dinas Kehutanan Kaltim Joko Istanto.
Rombongan berangkat dari Samarinda menuju Kecamatan Anggana, meninjau ruas jalan provinsi sepanjang 18 kilometer. Setelah itu, mereka melanjutkan perjalanan ke Muara Badak, Marang Kayu, dan akhirnya sampai di Bontang Lestari untuk mengevaluasi kondisi jalan serta infrastruktur penunjang yang ada di wilayah tersebut.
Setelah peninjauan lapangan, Rudy Mas’ud meminta Dinas PUPR-Pera Kaltim segera melakukan perbaikan dan peningkatan kualitas jalan di daerah pesisir tersebut. Ia menekankan pentingnya penggunaan anggaran yang efisien dan disesuaikan dengan kondisi lapangan yang ada. “Dengan anggaran terbatas, peningkatan jalan harus lebih efisien. Beberapa ruas cukup menggunakan aspal tanpa perlu rigid,” ujarnya, menegaskan pentingnya perencanaan yang matang dalam mengelola anggaran.
Pada tahun ini, Pemerintah Provinsi Kaltim telah mengalokasikan anggaran sebesar Rp135 miliar untuk peningkatan ruas jalan Muara Badak–Marang Kayu–Bontang Lestari sepanjang 11 kilometer dari total 58 kilometer yang direncanakan. Pekerjaan peningkatan jalan ini terbagi dalam tiga paket kegiatan yang ditargetkan selesai secara bertahap.
Rudy Mas’ud berharap, perbaikan infrastruktur jalan ini dapat membuka akses yang lebih baik bagi masyarakat pesisir dan mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih merata.
Ke depannya, proyek ini diharapkan tidak hanya meningkatkan kualitas jalan, tetapi juga memberikan dampak positif bagi konektivitas antar daerah, mempermudah distribusi barang, dan mempercepat pengembangan sektor-sektor ekonomi yang ada. (*)















