Kaltimdaily.com, Samarinda – Kabar baik buat para ortu murid di Samarinda! Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda beneran serius bantu ringankan beban pendidikan. Salah satunya dengan menggratiskan LKPD (Lembar Kerja Peserta Didik) yang dulunya dikenal sebagai LKS. Bukan cuma gratis, tapi juga disusun langsung sama guru-guru lokal, bukan dari penerbit luar lagi.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Samarinda, Asli Nuryadin, bilang kalau buku-buku wajib udah dibiayai dari dana BOSNAS (Bantuan Operasional Sekolah Nasional). Walau anggarannya kadang belum full, sekolah dilarang keras jualan buku ke murid, apalagi maksa beli. Kalau kurang, bisa pinjam dari perpustakaan sekolah. Intinya, tanggung jawab buku itu dari pemerintah, bukan ortu.
Yang lebih keren lagi, Pemkot Samarinda ngeluarin anggaran Rp16 miliar buat cetak LKPD, dan langsung dikirim ke tiap siswa by name by address. Jadi, kalau pun ada selisih jumlah murid baru, katanya akan langsung diatasi. Nggak ada lagi cerita beli LKPD dari pihak luar atau ngeluarin duit buat materi belajar.
Soal seragam? Masih jadi tanggungan ortu, tapi Asli Nuryadin tegas bilang sekolah nggak boleh maksa, apalagi kasih sanksi kalau ada siswa yang belum punya seragam lengkap. Mau pakai baju seadanya juga boleh, asal tetap ikut belajar. Pemkot memang punya niat buat gratiskan seragam, tapi masih nunggu kondisi keuangan daerah lebih siap.
Buat seragam olahraga, batik, dan khas sekolah lainnya, ortu boleh beli di mana aja. Tapi sekolah dilarang mengarahkan pembelian ke toko tertentu, apalagi kalau harganya nggak masuk akal. Asli bilang, biarkan pasar berjalan dengan wajar, dan orang tua punya hak buat milih tempat belanja yang sesuai kantong.
Langkah Pemkot Samarinda ini layak diapresiasi karena bener-bener kasih solusi konkret buat pendidikan yang inklusif dan nggak memberatkan. Kebijakan ini juga bisa jadi role model buat daerah lain yang masih banyak membebani orang tua murid dengan biaya buku dan seragam.
Kalau kebijakan kayak gini terus dikawal dan dijalankan konsisten, bukan nggak mungkin Samarinda jadi kota dengan sistem pendidikan publik paling ramah dan adil buat semua kalangan. Salut buat Pemkot Samarinda yang udah mikirin masa depan anak-anak tanpa nambahin stres buat orang tua! (*)















