banner-sidebar
FokusSamarinda

Puluhan Warga Kehilangan Rumah Akibat Kebakaran Besar di Samarinda Kota

Avatar
1168
×

Puluhan Warga Kehilangan Rumah Akibat Kebakaran Besar di Samarinda Kota

Share this article
Kebakaran. Ft by Ist

Kaltimdaily.com, Samarinda – Kebakaran besar melanda kawasan padat penduduk di Jalan P. Diponegoro, Gang Selamat, RT 12, Kelurahan Pelabuhan, Kecamatan Samarinda Kota, Kamis (2/10/2025) dini hari. Api mulai berkobar sekitar pukul 04.20 Wita dan berhasil dipadamkan pada pukul 07.30 Wita setelah lebih dari tiga jam upaya pemadaman.

Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkar) Kota Samarinda, Hendra AH, menjelaskan bahwa kebakaran tersebut menghanguskan 20 bangunan tunggal maupun bangsal serta enam unit kendaraan. Selain itu, empat bangunan lain turut terdampak. “Dari data sementara, terdapat 34 kepala keluarga dengan 88 jiwa yang menjadi korban kebakaran. Syukur alhamdulillah tidak ada korban jiwa. Namun, delapan relawan mengalami luka ringan, dua warga sesak napas, dan dua relawan juga mengalami sesak napas,” ungkap Hendra.

Api diduga pertama kali muncul dari rumah milik seorang warga bernama Abdullah. Dugaan sementara penyebab kebakaran adalah korsleting listrik, meski penyelidikan lebih lanjut masih dilakukan pihak kepolisian. Kondisi lapangan membuat proses pemadaman sulit, terutama karena akses jalan sempit, keterbatasan sumber air, serta mayoritas bangunan berbahan kayu yang mempercepat rambatan api. Kehadiran banyak warga yang menonton juga memperlambat pergerakan petugas.

Dalam penanganannya, Disdamkar Samarinda bersama pemadam swasta mengerahkan 13 unit mobil pemadam dan 38 mesin portable. Upaya pemadaman turut dibantu berbagai unsur, mulai dari relawan kebakaran, Emergency Medical Team (EMT), PMI, Satreskrim Polresta Samarinda, Command Centre 112, PLN, BPBD, Satlantas, Dishub, Sat Brimob Polda Kaltim, hingga Tagana.

Hendra menambahkan, pihaknya bersama instansi terkait masih melakukan pendataan lebih lanjut serta menyiapkan langkah darurat bagi korban yang kehilangan tempat tinggal. Saat ini, kebutuhan mendesak berupa pangan, sandang, dan hunian sementara tengah diprioritaskan untuk membantu puluhan warga terdampak.

Peristiwa kebakaran ini menunjukkan kerentanan kawasan padat penduduk di Samarinda terhadap bencana serupa. Faktor bangunan berbahan kayu, jalan sempit, dan keterbatasan sumber air menjadi penyebab utama sulitnya penanganan. Pemerintah Kota Samarinda didorong untuk memperkuat langkah mitigasi bencana melalui penataan kawasan, penyediaan sarana pemadam memadai, hingga peningkatan edukasi masyarakat terkait bahaya korsleting listrik.

Selain itu, evaluasi menyeluruh juga dibutuhkan agar kebakaran tidak terus berulang di wilayah perkotaan Samarinda. Kolaborasi antara pemerintah, aparat, dan masyarakat menjadi kunci untuk memperkuat kesiapsiagaan bencana serta mengurangi risiko yang dapat merugikan warga di kemudian hari. (*)

Maaf guys, kalian tidak bisa melakukan copy paste dari situs ini. Terima kasih