banner-sidebar
Samarinda

Samarinda Tekan Kemiskinan dan Pengangguran, IPM Tertinggi di Kaltim

Avatar
979
×

Samarinda Tekan Kemiskinan dan Pengangguran, IPM Tertinggi di Kaltim

Share this article
Income. Ft by ist

Kaltimdaily.com, Samarinda – Pemerintah Kota Samarinda mencatat kinerja positif sepanjang Tahun Anggaran 2025, baik dari sisi keuangan daerah maupun pembangunan manusia. Wali Kota Samarinda, Andi Harun, menyampaikan bahwa realisasi pendapatan daerah mencapai 91,01 persen dari target yang telah ditetapkan.

Dari target sebesar Rp5,51 triliun, pendapatan yang berhasil dihimpun mencapai Rp5,02 triliun. Sumber utama berasal dari Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang terealisasi sebesar 94,62 persen, sementara pendapatan transfer tercatat mencapai 89,97 persen. Capaian ini menunjukkan kondisi fiskal Samarinda yang relatif stabil di tengah berbagai tantangan ekonomi.

Di sisi belanja, pemerintah daerah mengalokasikan anggaran sebesar Rp5,80 triliun dengan realisasi mencapai Rp5,22 triliun atau sekitar 90,10 persen. Anggaran tersebut digunakan untuk mendukung belanja operasional, belanja modal, serta kebutuhan tak terduga dalam penyelenggaraan pemerintahan.

Indikator pembangunan manusia di Samarinda juga menunjukkan tren yang membaik. Tingkat kemiskinan berhasil ditekan dari 4,30 persen pada 2024 menjadi 3,45 persen pada 2025. Penurunan ini didorong oleh berbagai program pemerintah, mulai dari perlindungan sosial hingga penguatan ekonomi masyarakat.

Selain itu, tingkat pengangguran turut menurun dari 5,75 persen menjadi 5,31 persen. Indeks Pembangunan Manusia (IPM) juga mengalami peningkatan dari 83,11 menjadi 83,53. Angka tersebut menempatkan Samarinda sebagai daerah dengan IPM tertinggi di Kalimantan Timur, bahkan melampaui rata-rata nasional.

Meski mencatat sejumlah capaian positif, Pemkot Samarinda tetap menghadapi tantangan dalam menjaga pertumbuhan ekonomi. Faktor global serta kebijakan nasional, termasuk efisiensi anggaran, turut memengaruhi beberapa sektor strategis seperti konstruksi dan pertambangan yang mengalami perlambatan.

Namun demikian, tata kelola keuangan daerah tetap menunjukkan kinerja yang baik. Hal ini dibuktikan dengan keberhasilan meraih opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) untuk ke-11 kalinya secara berturut-turut.

Pemerintah Kota Samarinda menegaskan akan terus melakukan evaluasi dan perbaikan guna mempertahankan capaian tersebut. Upaya peningkatan kualitas program dan efisiensi anggaran menjadi fokus utama dalam menjaga stabilitas pembangunan.

Ke depan, Samarinda diharapkan mampu memperkuat daya saing daerah melalui pengembangan sektor unggulan serta peningkatan kualitas sumber daya manusia. Sinergi antara pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat menjadi kunci dalam mendorong pertumbuhan yang berkelanjutan.

Dengan berbagai capaian yang telah diraih, Pemkot Samarinda optimistis dapat terus meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Langkah strategis yang berkelanjutan diharapkan mampu menjadikan Samarinda sebagai kota yang maju, inklusif, dan berdaya saing tinggi di tingkat regional maupun nasional. (*)

Maaf guys, kalian tidak bisa melakukan copy paste dari situs ini. Terima kasih