Kaltimdaily.com, Balikpapan – Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) terus memperkuat komitmen dalam meningkatkan gizi dan kesehatan pelajar melalui pengembangan Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Upaya ini dilakukan dengan mencontoh keberhasilan program serupa yang telah dijalankan oleh Pemerintah Kota Balikpapan.
Untuk mendalami implementasi program tersebut, Wakil Bupati PPU Abdul Waris Muin bersama sejumlah pejabat terkait melakukan kunjungan kerja ke Balikpapan dan diterima langsung oleh Wakil Wali Kota Balikpapan Bagus Susetyo. Pertemuan tersebut berlangsung hangat dan difokuskan pada pembahasan teknis pelaksanaan, sistem pengawasan gizi, hingga mekanisme pendanaan yang digunakan Balikpapan dalam menjalankan MBG.
Waris menjelaskan bahwa PPU telah lebih dulu memulai uji coba MBG dengan mengoperasikan 12 dapur aktif yang setiap harinya menyiapkan menu bergizi bagi para pelajar. Meski masih dalam tahap evaluasi, hasil awal menunjukkan peningkatan signifikan terhadap kesehatan dan konsentrasi belajar siswa di wilayah tersebut.
Menurut Waris, inisiatif tersebut tidak hanya untuk memenuhi kebutuhan nutrisi anak-anak, melainkan juga menjadi langkah nyata dalam menekan angka stunting di PPU. “Kami ingin mencontoh sistem Balikpapan agar pelaksanaan di PPU dapat berjalan lebih efektif, efisien, dan berkelanjutan,” tegasnya.
Sementara itu, Wakil Wali Kota Balikpapan Bagus Susetyo menyambut positif kerja sama tersebut. Ia menilai kolaborasi antar daerah menjadi langkah penting dalam memperkuat kebijakan publik, terutama yang berkaitan langsung dengan kesejahteraan masyarakat. Bagus juga menegaskan bahwa Balikpapan siap berbagi pengalaman serta membuka peluang kemitraan dengan kabupaten lain di Kalimantan Timur.
Kedua pemerintah daerah bersepakat untuk melanjutkan koordinasi dan berbagi inovasi dalam pengembangan program pangan bergizi bagi siswa sekolah. Langkah ini diharapkan mampu menciptakan generasi muda yang sehat, produktif, dan cerdas, sekaligus memperkuat ketahanan pangan daerah.
Kolaborasi lintas wilayah seperti ini menjadi contoh nyata bahwa pembangunan sumber daya manusia tidak bisa berjalan sendiri. Dengan memperkuat sinergi antardaerah, Kalimantan Timur dapat mempercepat peningkatan kualitas pendidikan dan kesehatan anak-anak, sekaligus menyiapkan generasi penerus yang tangguh menghadapi tantangan masa depan. (*)















