47 Pelaku Kriminal Diringkus, Polresta Samarinda Ungkap Aksi Kejahatan Selama Juli
Kaltimdaily.com, Samarinda – Dalam sebulan terakhir, Polresta Samarinda berhasil menunjukkan taringnya.
Sebanyak 47 pelaku kriminal berhasil diamankan dari berbagai kasus kejahatan yang terjadi selama Juli 2025.
Gak cuma nangkep pelaku, polisi juga ngasih bukti nyata lewat barang bukti yang ikut dipamerin ke media saat press release.
Barang bukti itu mulai dari motor curian, alat buat bobol kendaraan, sampe barang elektronik hasil curian.
Kapolresta Samarinda, Kombes Pol Hendri Umar, bilang kalau bulan Juli emang ada sedikit peningkatan kasus kejahatan, khususnya di kategori kejahatan konvensional kayak curanmor, curas, curat, dan pencurian biasa.
“Untuk Juli 2025 ini, memang ada tren naik terutama di kasus curanmor, dan kejadian itu tersebar hampir di semua wilayah hukum Polsek di Samarinda,” ungkap Hendri ke wartawan.
Curanmor Paling Marak, 17 Tersangka Diamankan
Dari 34 laporan polisi soal kasus pencurian, curanmor jadi kasus paling dominan. Ada 17 laporan, dan semuanya berhasil diungkap.
Polisi juga amankan 17 tersangka yang nyebar aksinya di berbagai titik—dari pemukiman padat sampai wilayah Palaran.
Gak tanggung-tanggung, 14 unit motor hasil curian ikut diamankan plus alat yang dipakai pelaku buat ngejalanin aksinya.
Selain curanmor, Polresta Samarinda juga berhasil ungkap berbagai kasus pencurian lainnya.
Salah satunya yang viral itu kasus pecah kaca mobil di Jalan Abdul Mutalib. Berkat kerja sama Unit Jatanras Satreskrim dan Polsek Samarinda Kota, kasus ini berhasil dibongkar.
Di wilayah Palaran juga ada kasus pencurian unik, yaitu burung murai dan barang elektronik, dengan total 6 tersangka diamankan.
Sementara itu, wilayah utara Samarinda, terutama Polsek Sungai Pinang, jadi penyumbang kasus terbanyak dengan 5 laporan dan 10 tersangka. Barang bukti yang disita antara lain kipas angin, blower AC, dan TV.
“Ini semua hasil kerja keras kami dalam mengungkap kejahatan yang meresahkan warga. Walaupun ada peningkatan, kita tetap gerak cepat dan tegas,” tegas Hendri.
Polresta Samarinda terus buktiin komitmennya buat jaga ketertiban dan rasa aman warga. Dengan penangkapan puluhan pelaku, aparat pengen masyarakat tahu kalau aksi kriminal sekecil apapun gak bakal dibiarkan lolos begitu aja.
Kedepannya, Polresta Samarinda juga mengimbau warga buat lebih waspada dan aktif lapor kalau lihat atau jadi korban tindak kriminal.
Kolaborasi antara warga dan aparat jadi kunci biar Samarinda tetap aman dan kondusif. (*)

















