banner-sidebar
KaltimSamarinda

Hujan Lebat Picu Banjir di Sejumlah Titik Samarinda, Aktivitas Warga Mugirejo Terganggu

Avatar
19
×

Hujan Lebat Picu Banjir di Sejumlah Titik Samarinda, Aktivitas Warga Mugirejo Terganggu

Share this article

Kaltimdaily.com, Samarinda – Curah hujan tinggi yang mengguyur Kota Samarinda pada Selasa (16/6/2026) siang kembali menyebabkan banjir di sejumlah kawasan. Genangan air dengan cepat memasuki permukiman warga, termasuk beberapa gang di kawasan Jalan Damanhuri II, Kelurahan Mugirejo, Kecamatan Sungai Pinang.

Bagi warga setempat, kondisi tersebut bukan lagi kejadian yang mengejutkan. Banjir disebut hampir selalu terjadi setiap kali hujan deras turun dalam durasi yang cukup lama.

Tokoh masyarakat Mugirejo, Agus Aprianto, mengatakan masyarakat sudah terbiasa menghadapi kondisi tersebut. Bahkan menurutnya, hujan tanpa disertai banjir justru menjadi peristiwa yang jarang terjadi.

“Kalau hujan turun, pasti banjir. Airnya deras sekali. Kalau sudah masuk ke dalam gang, tingginya bisa sampai sekitar 1 meter dan sudah tidak bisa dilewati lagi,” ujarnya.

Luapan air tidak hanya menutup akses jalan lingkungan, tetapi juga menghambat aktivitas warga. Sejumlah kendaraan yang masih berada di area terdampak tidak dapat dipindahkan, sementara masyarakat memilih menghentikan aktivitas hingga kondisi kembali normal.

“Kalau sudah banjir, aktivitas warga ya off. Tidak bisa bergerak lagi. Kendaraan yang sudah terlanjur di dalam juga tidak bisa keluar,” katanya.

Untuk memastikan kondisi tetap aman, aparat kepolisian bersama relawan melakukan pemantauan di beberapa lokasi yang terdampak genangan. Masyarakat diminta meningkatkan kewaspadaan, terutama terhadap risiko yang dapat muncul saat banjir.

Bhabinkamtibmas Kelurahan Mugirejo, Bripka Ahmad Imron, mengimbau warga agar memperhatikan keselamatan anak-anak yang bermain di area genangan serta mewaspadai potensi bahaya dari instalasi listrik yang terendam.

“Kami bersama rekan-rekan relawan memantau kondisi banjir di wilayah Kelurahan Mugirejo. Kami juga mengimbau anak-anak agar berhati-hati saat bermain di genangan banjir serta masyarakat yang terdampak untuk mewaspadai potensi bahaya listrik dan hal-hal lainnya,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Pelaksana BPBD Kota Samarinda, Suwarso, menjelaskan hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang disertai angin kencang mulai terjadi sekitar pukul 12.30 Wita dan menyebabkan genangan di sejumlah kawasan kota.

Berdasarkan data BPBD hingga pukul 14.50 Wita, sedikitnya terdapat delapan lokasi yang terdampak banjir, yakni Jalan Damanhuri Gang Ogok, Simpang Pramuka–Perjuangan, Jalan Mugirejo, Jalan AW Syahranie, Gunung Lingai, Jalan DI Panjaitan depan Terminal Lempake, Gunung Kapur, dan Jalan Gerilya.

Ketinggian air yang terpantau berada pada kisaran 10 hingga 50 sentimeter. Meski demikian, BPBD belum menerima laporan mengenai kerusakan fasilitas umum maupun kejadian pohon tumbang dan tanah longsor akibat cuaca tersebut.

Selain itu, data curah hujan menunjukkan wilayah Temindung mencatat intensitas hujan sebesar 24,3 milimeter, sedangkan kawasan Bandara APT Pranoto mencapai 24 milimeter.

Walaupun genangan yang terjadi kali ini tidak sebesar banjir besar yang pernah melanda Samarinda, warga Mugirejo masih menghadapi persoalan yang sama setiap kali hujan turun. Bagi mereka, dampak terbesar bukan hanya tingginya air yang menggenang, tetapi terhentinya aktivitas sehari-hari yang terus berulang dari waktu ke waktu.(*)

Maaf guys, kalian tidak bisa melakukan copy paste dari situs ini. Terima kasih