banner-sidebar
ADVDPRD SamarindaKaltimSamarinda

Polemik Jembatan Mahakam: DPRD Minta Informasi Lebih Terbuka

Avatar
1125
×

Polemik Jembatan Mahakam: DPRD Minta Informasi Lebih Terbuka

Share this article
Polemik Jembatan Mahakam: DPRD Minta Informasi Lebih Terbuka
Jembatan Mahakam. Ft by IST

Kaltimdaily.com, Samarinda – Abdul Rohim, anggota Komisi III DPRD Samarinda, angkat suara soal polemik Jembatan Mahakam I yang sempat ditutup gara-gara insiden kapal nabrak beberapa waktu lalu, terus dibuka lagi tanpa penjelasan yang cukup jelas ke warga.

Menurut Rohim, panggilan akrabnya, penutupan jembatan itu emang langkah standar demi keamanan.

Tapi, setelah dibuka lagi, publik kayaknya banyak yang bingung dan bertanya-tanya, aman nggak sih sebenarnya?

“Saya sendiri sempat lihat langsung beberapa pengujian dari pihak terkait. Hasilnya emang bilang jembatan itu masih layak dilewati,” ungkapnya.

Tapi, dia wanti-wanti bahwa pembukaan kembali Jembatan Mahakam harus didasari hasil kajian teknis, bukan cuma sekadar keputusan instan.

Jadi dia dukung banget langkah investigasi teknis sebelum jembatan dibuka lagi.

“Kalau dilihat dari sisi prosedur, sebenarnya udah bener sih. Setelah kejadian, langsung ditutup dan dilakukan tes teknis. Itu emang bagian dari SOP-nya,” jelas Rohim lagi.

Namun begitu, dia menyayangkan minimnya komunikasi ke publik soal progres dan hasil investigasi teknis itu. Warga, kata dia, harusnya dikasih update biar tahu situasi real-nya kayak gimana.

“Harapannya sih ke depan lebih terbuka. Info soal kondisi Jembatan Mahakam itu krusial banget karena nyangkut keselamatan orang banyak,” tegasnya.

Rohim juga bilang Komisi III bakal terus ngawasin dan koordinasi sama Dinas PUPR dan BBPJN supaya setiap keputusan yang diambil soal jembatan ini bener-bener berdasarkan data teknis yang valid.

Apalagi, Jembatan Mahakam I itu usianya udah nggak muda lagi. Jadi butuh perhatian lebih dan pemeriksaan rutin supaya gak kecolongan.

Rohim pun berharap, meski jembatan itu udah dinyatakan aman, bukan berarti pengawasan selesai.

Tetap harus ada evaluasi rutin dan transparansi ke masyarakat. Biar warga nggak cuma tahu “dibuka-tutup”, tapi juga paham kondisi sebenarnya.

Dengan pemantauan dan keterbukaan informasi yang lebih baik, Jembatan Mahakam bisa terus jadi akses vital tanpa bikin warga was-was. (ADV/DPRDSMR/YN)




Maaf guys, kalian tidak bisa melakukan copy paste dari situs ini. Terima kasih