Kaltimdaily.com, Samarinda – Wakil rakyat dari Komisi I DPRD Kota Samarinda, Markaca, angkat bicara soal kelangkaan BBM subsidi, khususnya jenis Pertalite, di beberapa kawasan Samarinda.
Ironisnya, saat Pertashop resmi sering kosong, malah Pertamini ilegalyang masih tetap lancar jualan.
“Ada warga yang curhat, Pertashop sering tutup, tapi di seberangnya malah ada Pertamini yang buka terus. Ini jelas bikin curiga,” ujar Markaca di ruang kerjanya, Kamis (19/6/2025).
Markaca juga menegaskan, Pertalite adalah BBM yang paling dicari rakyat kecil karena harganya ramah kantong. Tapi anehnya, yang sering tersedia justru Pertamax yang lebih mahal. Alhasil, banyak warga akhirnya terpaksa beli di Pertamini, walau harga lebih tinggi dan status izinnya nggak jelas.
“Kalau lembaga resmi kosong tapi yang ilegal jalan terus, pasti ada yang janggal di sistem distribusi Pertamina,” tegasnya.
Markaca mendesak Pertamina, Pemkot, dan aparat hukum buat segera cek sistem distribusi BBM.
Ia menegaskan, Pertamini tanpa izin harus ditertibkan, tapi Pertashop juga harus dijamin stoknya aman.
“Jangan sampai rakyat jadi korban permainan oknum. Kalau main-main sama distribusi BBM, itu sama aja mainin hidup orang banyak,” ujarnya.
Masalah kayak gini bukan cuma soal harga, tapi soal kepercayaan publik terhadap Pertamina dan pemerintah.
Kalau dibiarkan, masyarakat bisa makin ogah beli di tempat resmi dan pilih beli asal ada, walau nggak jelas legalitasnya.
Solusinya? Evaluasi besar-besaran sistem distribusi BBM, beri sanksi tegas buat pelaku nakal, dan pastikan Pertamina hadir bukan cuma lewat iklan, tapi juga lewat pelayanan real di lapangan. (ADV/DPRDSMR/YN)















