Kaltimdaily.com, Kaltim – Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) lagi ngebut memanfaatkan energi baru terbarukan buat nyentuh wilayah-wilayah yang belum kebagian listrik maksimal.
Andalan utamanya? Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) dan instalasi biogas dari limbah ternak.
Menurut Analis Kebijakan EBT Dinas ESDM Kaltim, Syamsuddin, pilihan jatuh ke energi surya setelah melalui kajian potensi air, angin, dan pasang surut sungai.
“Panel surya paling memungkinkan dibangun cepat dan efektif di wilayah yang sulit dijangkau jaringan PLN,” ujarnya, Jumat (8/8/2025).
Fokus utama program PLTS ini adalah melistriki daerah-daerah terpencil.
Sampai pertengahan 2025, udah ada 72 desa di empat kabupaten yang akhirnya bisa menikmati listrik dari tenaga matahari.
Selain PLTS, Dinas ESDM Kaltim juga lagi mengembangkan biogas untuk rumah tangga para peternak.
Limbah kotoran sapi diubah jadi sumber energi alternatif pengganti LPG. Sistemnya sekarang kebanyakan pakai model komunal, bisa melayani belasan rumah dalam satu kelompok tani.
Berdasarkan data ESDM, dari tahun 2012 sampai 2024 sudah terbangun 575 unit biogas di berbagai daerah.
Kepala Bidang EBT dan Konservasi Energi ESDM Kaltim, Elly Luchritia Nova, bilang program ini bukan cuma soal listrik murah dan ramah lingkungan, tapi juga soal bikin desa mandiri energi.
“Kami berharap perluasan pemanfaatan EBT ini terus berlanjut sebagai bagian dari transisi menuju energi bersih di Kaltim,” katanya.
Langkah Kaltim ini sejalan sama tren nasional yang makin mendorong transisi ke energi hijau. PLTS bukan cuma solusi cepat buat daerah pelosok, tapi juga cara buat ngurangin emisi dan ketergantungan pada bahan bakar fosil.
Ke depan, kalau dukungan anggaran dan teknologi terus ditingkatkan, bukan nggak mungkin seluruh desa di Kaltim bisa menikmati listrik 24 jam dari PLTS.
Harapannya, makin banyak warga yang merasakan manfaat energi bersih sambil tetap menjaga kelestarian lingkungan. (*)















