Kaltimdaily.com, Samarinda – Pemerintah Kota Samarinda terus berupaya keras untuk menjaga stabilitas harga bahan pangan dan ketersediaan pasokan menjelang bulan suci Ramadan dan Idulfitri 2026. Dalam upaya ini, koordinasi antar perangkat daerah semakin diperkuat untuk mengendalikan inflasi dengan cara yang terukur dan berkelanjutan.
Wakil Wali Kota Samarinda, Saefuddin Zuhri, menekankan bahwa persiapan matang serta langkah konkret sangat diperlukan dalam mengantisipasi lonjakan permintaan selama bulan Ramadan dan Idulfitri. “Pengendalian inflasi bukan hanya soal prediksi yang akurat, tetapi juga memastikan ketersediaan pasokan dan stabilitas harga agar masyarakat tidak terbebani,” tegas Saefuddin dalam Rapat Koordinasi Internal Pengendalian Inflasi, yang dilaksanakan pada Senin, 19 Januari 2026.
Rapat yang dipimpin oleh Saefuddin Zuhri ini dihadiri oleh Satuan Tugas Pangan dan Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kota Samarinda. Di dalam rapat tersebut, dibahas sejumlah strategi untuk menjaga inflasi tetap terkendali, termasuk pemantauan harga bahan pokok, penguatan distribusi pangan, dan kolaborasi antarinstansi terkait.
Pemerintah Kota Samarinda berharap, melalui sinergi yang solid, dapat menjaga daya beli masyarakat dan mencegah gejolak harga selama Ramadan dan Idulfitri 2026. Selain itu, pengendalian inflasi ini diharapkan bisa memperkuat ketahanan ekonomi kota dalam jangka panjang serta memastikan kebutuhan masyarakat tetap terjamin.
Sebagai langkah jangka panjang, pengendalian inflasi di Samarinda bertujuan untuk menciptakan kestabilan ekonomi yang lebih baik. Pemerintah Kota Samarinda berkomitmen untuk terus memonitor perkembangan harga bahan pangan dan memastikan distribusi yang lancar agar tidak terjadi kelangkaan yang merugikan warga. Ke depannya, diharapkan upaya ini dapat menciptakan suasana yang kondusif, memungkinkan warga Samarinda menjalani Ramadan dan Idulfitri dengan tenang dan tanpa kesulitan dalam pemenuhan kebutuhan sehari-hari. (*)















