Kaltimdaily.com, Bontang – Upaya Pemerintah Kota Bontang untuk membentuk klub sepak bola profesional hingga kini masih belum menemui kejelasan.
Meski telah dilakukan tiga kali rapat bersama DPRD dan sejumlah perusahaan daerah sejak akhir tahun lalu, belum ada keputusan konkret terkait klub yang akan diakuisisi, jadwal realisasi, maupun skema pendanaan yang akan diterapkan.
Ketua DPRD Bontang yang juga menjabat sebagai Ketua Asosiasi Kota (Askot) PSSI Bontang, Andi Faizal Sofyan Hasdam, menyampaikan bahwa pembahasan masih berada pada tahap penjajakan. Hingga saat ini, belum ada kesepakatan final mengenai klub yang akan diambil alih sebagai cikal bakal tim profesional Kota Bontang.
Andi Faizal menjelaskan bahwa salah satu opsi awal, yakni akuisisi klub PSDS Deli Serdang, tidak dapat dilanjutkan. Rencana tersebut gagal terealisasi meski sempat masuk dalam pembahasan awal, karena menghadapi sejumlah kendala di luar aspek teknis.
Menurutnya, pembentukan klub sepak bola profesional membutuhkan perencanaan yang matang dan tidak bisa dilakukan secara tergesa-gesa. Selain keterbatasan waktu, kesiapan tim menjadi faktor penting, terlebih kompetisi Liga 3 telah bergulir sejak November hingga Februari.
Ia menegaskan bahwa akuisisi klub tanpa persiapan yang kuat justru berpotensi menimbulkan risiko besar, baik dari sisi finansial maupun keberlanjutan tim. Karena itu, pihaknya masih terus memantau klub-klub yang dinilai memiliki peluang untuk diakuisisi.
Andi Faizal menyebut bahwa klub yang tengah mengalami kesulitan finansial umumnya lebih terbuka untuk diajak bekerja sama. Komunikasi dengan sejumlah klub di luar daerah telah dilakukan, namun identitas klub tersebut belum dapat disampaikan ke publik.
Ia mencontohkan kasus PSDS Deli Serdang yang rencana akuisisinya mendapat penolakan dari kelompok suporter. Menurutnya, proses pengambilalihan klub tidak hanya berkaitan dengan aspek bisnis, tetapi juga menyangkut ikatan emosional dan kebanggaan daerah asal klub tersebut.
Meski belum membuahkan keputusan final, rapat terakhir antara Pemkot Bontang, DPRD, dan perusahaan daerah menghasilkan kesepakatan awal untuk membentuk tim sepak bola Bontang dengan konsep gotong royong. Skema pendanaan dirancang melalui kolaborasi berbagai pihak, termasuk dukungan dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).
Total kebutuhan anggaran pembentukan klub sepak bola profesional Bontang diperkirakan mencapai Rp7,1 miliar. Angka tersebut masih bersifat estimasi awal dan akan disesuaikan dengan konsep serta arah kebijakan yang disepakati ke depan.
Pemerintah Kota Bontang menilai kehadiran klub profesional penting sebagai wadah pembinaan atlet lokal sekaligus meningkatkan prestasi sepak bola daerah. Namun demikian, seluruh proses akan tetap dilakukan secara hati-hati agar klub yang dibentuk memiliki fondasi yang kuat dan berkelanjutan.
Ke depan, Pemkot dan DPRD Bontang berkomitmen melanjutkan pembahasan secara lebih intensif dengan melibatkan pemangku kepentingan terkait. Harapannya, Kota Bontang dapat memiliki klub sepak bola profesional yang tidak hanya kompetitif di level nasional, tetapi juga menjadi kebanggaan masyarakat. (*)















