banner-sidebar
Kaltim

Pemangkasan DBH Kaltim Tak Separah Dugaan Awal, Wakil Gubernur Optimis

Avatar
1343
×

Pemangkasan DBH Kaltim Tak Separah Dugaan Awal, Wakil Gubernur Optimis

Share this article
Seno Aji. Ft by Wiki

Pemerintah Kaltim Optimis Pemangkasan Dana Bagi Hasil Tidak Terlalu Besar

Kaltimdaily.com – Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) menerima kabar baik setelah pertemuan dengan Kementerian Keuangan (Kemenkeu) terkait rencana pemangkasan Dana Bagi Hasil (DBH). Kekhawatiran sebelumnya yang menyebutkan bahwa DBH Kaltim akan dipotong hingga 75–80 persen mulai mereda.

Wakil Gubernur Kaltim, Seno Aji, menyampaikan bahwa kini terdapat sinyal positif terkait besaran pemangkasan tersebut. Menurutnya, Kemenkeu tengah melakukan pembahasan mendalam untuk menentukan jumlah DBH yang akan diterima oleh Kaltim. Seno Aji berharap, dengan status Kaltim sebagai daerah penghasil sumber daya alam seperti batubara dan minyak bumi, provinsi ini bisa mendapatkan porsi lebih besar dari rencana pemotongan yang sebelumnya disarankan.

“Ada sinyal bahwa pemerintah pusat akan memberikan lebih banyak kepada Kaltim. Jika pemangkasan dilakukan, sebaiknya hanya sekitar 25–30 persen saja, jangan sampai mencapai 75 persen,” ungkap Seno Aji pada Sabtu (11/10/2025).

Wakil Gubernur Kaltim ini juga menegaskan bahwa negosiasi dengan pemerintah pusat berjalan dengan lancar dan optimisme semakin meningkat bahwa alokasi DBH untuk Kaltim bisa ditingkatkan. Mengingat posisi strategis Kaltim sebagai salah satu penyumbang besar pendapatan negara dari sektor energi dan tambang, pemerintah provinsi berharap adanya perhatian khusus untuk menjaga kesinambungan pembangunan daerah.

Saat ini, Kemenkeu masih dalam tahap perumusan mengenai besaran akhir dana yang akan disalurkan ke Kaltim. Pemerintah provinsi berharap keputusan final nantinya tetap berpihak pada daerah penghasil yang telah menjadi tulang punggung ekonomi nasional.

Seno Aji menambahkan bahwa rencana pemangkasan DBH yang terlalu besar sempat menimbulkan keresahan, mengingat dana ini menjadi sumber utama bagi pembangunan dan kesejahteraan masyarakat di Kaltim. Jika pemotongan dilakukan terlalu besar, maka kemampuan daerah dalam menjalankan berbagai program strategis akan terganggu.

“Mereka (Kemenkeu) sedang merumuskan berapa besaran yang bisa diberikan lagi kepada Kaltim,” kata Seno Aji menutup keterangannya.

Dengan perkembangan terbaru ini, harapan masyarakat Kaltim semakin besar bahwa pemerintah pusat akan lebih adil dalam pembagian hasil kekayaan alam. Di sisi lain, optimisme pun meningkat bahwa pembangunan Kaltim akan terus berjalan dengan optimal, menciptakan kesejahteraan bagi seluruh lapisan masyarakatnya. (*)

Maaf guys, kalian tidak bisa melakukan copy paste dari situs ini. Terima kasih