Kaltimdaily.com – Di tengah tantangan penghematan anggaran yang lagi rame di banyak sektor, Pariwisata Kaltim tetap ngegas banget nih! Dinas Pariwisata Provinsi Kalimantan Timur ngadain acara seru, Bincang-Bincang Pariwisata bertajuk “Pariwisata yang Kuat di Tengah Efisiensi Anggaran: Kolaborasi dan Inovasi,” Rabu sore (4/6/2025), di 29 Coffee & Eatery, Samarinda.
Acara ini ngumpulin para tokoh penting dari dunia pariwisata, yang dipandu oleh moderator kece, Hery Soesanto. Ada juga Kepala Dinas Pariwisata Kaltim, Ririn Safri Dewi, dan Wakil Ketua PHRI Samarinda, Armunanto, yang ikut nimbrung diskusi.
Obrolan seru itu fokus banget bahas gimana dampak efisiensi anggaran ke industri pariwisata, khususnya sektor perhotelan yang jadi penggerak ekonomi daerah.
Armunanto sempat bilang, “Efisiensi anggaran ngaruh banget ke kegiatan MICE (Meeting, Incentive, Convention, and Exhibition), yang biasanya jadi sumber pendapatan hotel.”
Dia juga bilang, okupansi hotel di Samarinda turun sampai 60% di beberapa titik. Hal ini bikin para pelaku usaha harus mikir ulang strategi biar tetep eksis. Bahkan ada wacana ngurangin jam kerja tapi tetep jaga agar gak sampai ada PHK massal.

Nah, Ririn Safri Dewi dari Dinas Pariwisata Kaltim bilang, walau anggaran dikurangi, komitmen buat majukan Pariwisata Kaltim tetep gokil. Dia jelasin empat strategi utama:
- Kolaborasi antar pemerintah, pelaku usaha, dan komunitas harus makin kuat.
- Kembangin produk dan layanan inovatif, termasuk pake platform digital buat promosi.
- Naikin kapasitas SDM lewat pelatihan dan sertifikasi.
- Efisiensi anggaran fokus ke program yang ngasih dampak luas.
Selain itu, Ririn juga bilang penting banget buat diversifikasi pasar wisata dan gandeng pelaku industri kreatif serta UMKM supaya paket wisata di Kaltim makin menarik dan kompetitif.
Dinas Pariwisata juga siap gas pol di dua event nasional yang bakal digelar di Samarinda Juli nanti. Event ini diharapkan bisa ngangkat lagi semangat dan aktivitas Pariwisata Kaltim, melibatkan hotel, akomodasi, dan destinasi lokal.
Dalam sesi tanya jawab, Armunanto ngasih insight kalau selama ini hotel banyak bergantung sama anggaran pemerintah, yang nyumbang sampai 70% untuk jalannya pariwisata. Sektor swasta baru nyumbang 30% sisanya. Makanya dia harap hotel-hotel lokal bisa mulai jalin kerja sama sama korporat supaya bisnis makin kuat.
Dampaknya gak cuma ke hotel, tapi juga ke pelaku UMKM, kuliner, dan suvenir yang jadi rantai ekonomi saling terkait di Pariwisata Kaltim.
Acara ditutup dengan semangat dan harapan besar, meski tantangan anggaran lagi ketat, sektor Pariwisata Kaltim masih punya potensi besar buat terus tumbuh. Kolaborasi solid plus inovasi yang kece bikin semua yakin pariwisata Kaltim bisa gak cuma bertahan, tapi juga bangkit lebih kuat dan berkelanjutan.
Dengan strategi mantap dari Dinas Pariwisata dan dukungan pelaku usaha, Pariwisata Kaltim siap ngegas lagi di 2025. Momen event nasional yang bakal digelar di Samarinda jadi kesempatan emas buat ngenalin potensi wisata Kaltim ke lebih banyak orang.
Kalau kolaborasi terus terjaga dan inovasi makin dipacu, bukan gak mungkin dalam waktu dekat Pariwisata Kaltim bakal jadi destinasi andalan yang hits banget di Indonesia, bahkan sampai mancanegara! (YN)







