banner-sidebar
HukumKorupsi

Nama Ustaz Khalid Basalamah Terseret Kasus Kuota Haji, Netizen Heboh

Avatar
1208
×

Nama Ustaz Khalid Basalamah Terseret Kasus Kuota Haji, Netizen Heboh

Share this article
Nama Ustaz Khalid Basalamah Terseret Kasus Kuota Haji, Netizen Heboh
ustaz Khalid Basalamah. Ft by Ist

Kaltimdaily.com, Indonesia – Nama Ustaz Khalid Basalamah tiba-tiba jadi sorotan usai dipanggil Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Bukan soal ceramah atau dakwah, tapi karena kasus dugaan korupsi pembagian kuota haji tahun 2024 yang melibatkan Kementerian Agama.

KPK lagi nyari info sebanyak-banyaknya soal dugaan penyelewengan di balik penambahan kuota haji Indonesia, dan nama ustaz Khalid muncul sebagai pihak yang perlu dimintai keterangan.

Ustaz Khalid ternyata kooperatif banget saat diperiksa penyidik KPK pada Senin, 23 Juni 2025.

Menurut Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, keterangannya penting banget buat ngebantu KPK menuntaskan penyelidikan.

Gak berhenti sampai di situ, ustaz Khalid juga dijadwalkan buka suara lewat program “Tanya Ustaz” yang tayang live di kanal YouTube Khalid Basalamah Official hari Rabu, 25 Juni 2025, jam 18.30 WIB. Netizen udah gak sabar nunggu klarifikasinya langsung.

Ustaz Khalid sendiri bukan sosok asing. Pendakwah kelahiran 1 Mei 1975 ini anak dari pendiri pesantren Addaraen di Makassar. Lulusan Universitas Islam Madinah ini emang udah lama aktif berdakwah lewat YouTube sejak 2013.

Channel-nya pun jadi salah satu rujukan favorit umat Islam buat belajar ilmu agama. Sosoknya juga dikenal dekat dengan publik figur, seperti Raffi Ahmad dan Irwansyah, dan sering nongol di podcast-podcast keislaman.

Tapi bukan kali ini aja nama beliau rame. Tahun 2022, sempat juga dilaporkan ke Bareskrim soal pernyataannya yang menyinggung pertunjukan wayang.

Meski udah selesai, kasus itu sempat viral karena dianggap menyinggung unsur budaya. Kini, beliau kembali disorot bukan karena dakwah, tapi karena terseret kasus yang lagi ditelusuri KPK.

Kasus ini sendiri bermula dari tambahan 20 ribu kuota haji dari Arab Saudi ke Indonesia. Pihak Kemenag bilang kuota itu dibagi 50:50 antara haji reguler dan haji khusus.

Tapi DPR membantah—katanya Arab Saudi gak pernah ngatur pembagian itu.

Ditambah lagi muncul dugaan jemaah haji khusus bisa berangkat tanpa antrean, padahal seharusnya baru dapat jatah 2031. Hal inilah yang bikin KPK gercep turun tangan.

Publik pun berharap klarifikasi dari ustaz Khalid bisa menjawab semua tanda tanya yang muncul. Apalagi buat umat yang menjadikan beliau sebagai panutan, kejelasan ini penting agar gak muncul kesalahpahaman di tengah masyarakat.

Dari kasus ini, kita bisa belajar bahwa keterbukaan dan kejujuran tokoh publik sangat diperlukan.

Klarifikasi langsung dari ustaz Khalid bisa jadi langkah yang bijak untuk meluruskan isu, menjaga kepercayaan pengikutnya, dan menunjukkan sikap profesional saat diterpa ujian. (*)




Maaf guys, kalian tidak bisa melakukan copy paste dari situs ini. Terima kasih