Kaltimdaily.com, Kubar – Salah satu kendaraan dalam rombongan Gubernur Kalimantan Timur, Rudy Mas’ud, mengalami kecelakaan saat perjalanan kunjungan kerja menuju Kabupaten Kutai Barat dan Mahakam Ulu, Selasa, 6 Januari 2026. Insiden terjadi di jalur alternatif kawasan Hutan Tanaman Industri (HTI) PT Acacia Andalan Utama (AAU), tepatnya di Jembatan Kilometer 36, Kecamatan Kembang Janggut.
Kendaraan dinas jenis Toyota Hilux yang mengangkut tiga orang, termasuk Kepala Biro Administrasi Pembangunan Setda Provinsi Kaltim, Irhamsyah, terperosok ke dalam parit besar di sisi jembatan. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut, dan seluruh penumpang dilaporkan selamat.
Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kaltim, Muhammad Faisal, menjelaskan bahwa kecelakaan dipicu oleh kondisi jalan yang ekstrem serta jarak pandang yang sangat terbatas. Debu tebal dari kendaraan di depan disebut menjadi faktor utama yang mengganggu visibilitas pengemudi.
Menurut Faisal, kondisi jalan di kawasan HTI yang kering membuat debu beterbangan dan menutup pandangan sopir. Akibatnya, kendaraan keluar jalur saat melintasi jembatan yang sempit dan langsung terperosok ke parit di ujung jembatan.
Ia menegaskan bahwa kecepatan iring-iringan kendaraan saat kejadian tidak tinggi. Namun, karakter jalur logging yang hanya cukup dilalui satu kendaraan menyulitkan pengemudi untuk bermanuver ketika jarak pandang terganggu oleh debu.
Faisal juga meluruskan informasi yang beredar di media sosial terkait insiden tersebut. Ia memastikan kendaraan tidak masuk jurang maupun sungai, melainkan terperosok ke parit di sisi jembatan akibat keluar jalur.
Setelah proses evakuasi, seluruh penumpang berhasil dievakuasi dengan aman. Rombongan Gubernur Kaltim kemudian melanjutkan perjalanan menggunakan kendaraan pengganti untuk memastikan agenda kunjungan kerja tetap berjalan.
Jalur yang dilalui rombongan diketahui bukan merupakan jalan umum, melainkan akses milik perusahaan yang kerap dimanfaatkan masyarakat sebagai rute alternatif untuk mempercepat perjalanan antarwilayah di Kalimantan Timur.
Peninjauan jalur tersebut merupakan bagian dari agenda Gubernur Kaltim untuk melihat langsung kondisi akses penghubung dari Kutai Kartanegara menuju Kutai Barat dan Mahakam Ulu, sekaligus menilai potensi pengembangan jalur alternatif di wilayah pedalaman.
Insiden ini menjadi gambaran nyata tantangan infrastruktur di daerah terpencil Kaltim, khususnya terkait keselamatan dan kelayakan jalur transportasi. Pemerintah Provinsi Kaltim menilai pengalaman di lapangan penting sebagai bahan evaluasi dalam perencanaan pembangunan ke depan.
Meski sempat terjadi kecelakaan, seluruh agenda kerja Gubernur tetap berlangsung sesuai rencana, termasuk peresmian sejumlah ruas jalan strategis serta peninjauan jalur Bongan–Sotek yang diharapkan dapat meningkatkan konektivitas dan mobilitas masyarakat di wilayah barat Kalimantan Timur. (*)

















