Kaltimdaily.com, Hot – Berita panas langsung bikin heboh publik!
Wakil Menteri Ketenagakerjaan (Wamenaker) Immanuel Ebenezer dicokok KPK gara-gara diduga terlibat pemerasan dalam urusan sertifikasi Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) buat sejumlah perusahaan.
Kabar penangkapan ini dibenarkan sama juru bicara KPK, Budi Prasetyo. “Ditangkap di Jakarta,” ujarnya singkat waktu diwawancara, Kamis (20/08).
Sementara itu, Wakil Ketua KPK Fitroh Rohcahyanto bilang kalau Ebenezer ditangkap terkait dugaan pemerasan perusahaan perusahaan yang lagi ngurus sertifikasi K3.
Walau begitu, Fitroh belum mau buka nama-nama perusahaan yang diduga jadi korban.
Buat yang belum tahu, sertifikasi K3 ini penting banget karena jadi bukti formal kalau seseorang punya kompetensi di bidang keselamatan dan kesehatan kerja.
Biasanya didapat lewat pelatihan plus ujian resmi.
Media juga sempet nyebarin kabar kalau penangkapan Ebenezer terjadi lewat operasi tangkap tangan (OTT) KPK pada Rabu (20/08) malam.
Nggak cuma Ebenezer, ada 10 orang lain yang juga ikut diamankan.
Sampai Kamis siang (21/08), KPK masih nutup rapat detail soal kasus ini. Publik pun masih penasaran banget, sebenarnya apa yang bikin sang Wamenaker bisa sampai kebawa-bawa kasus serius begini.
Dari sisi pemerintah, Mensesneg Prasetyo Hadi bilang kalau Presiden Prabowo Subianto udah dapat laporan lengkap soal penangkapan ini.
“Dan apabila nanti terbukti, maka akan secepatnya dilakukan pergantian,” kata Prasetyo dalam konferensi pers.
Kasus ini bikin nama Immanuel Ebenezer jadi sorotan tajam, apalagi dia tercatat sebagai pejabat pertama di kabinet Prabowo yang terjerat dugaan korupsi.
Tentu saja hal ini jadi pukulan telak buat citra pemerintahan baru yang baru aja berjalan.
Publik di tanah air, khususnya netizen, ramai ngebahas kasus Ebenezer ini di medsos.
Banyak yang kecewa, tapi ada juga yang apresiasi langkah cepat KPK dalam memberantas dugaan praktik kotor di lingkaran kekuasaan.
Ke depan, kasus Immanuel Ebenezer ini pasti bakal terus dipantau publik.
Apalagi, hasil penyidikan KPK bisa jadi pintu masuk untuk membongkar dugaan praktik serupa di kementerian lain. Kalau sampai terbukti, bukan nggak mungkin bakal ada gebrakan besar di kabinet Prabowo. (*)

















