banner-sidebar
ADVDPRD SamarindaKaltimSamarinda

Ketua Komisi IV DPRD Soroti Minimnya SMP di Samarinda Seberang

Avatar
945
×

Ketua Komisi IV DPRD Soroti Minimnya SMP di Samarinda Seberang

Share this article
Ketua Komisi IV DPRD Soroti Minimnya SMP di Samarinda Seberang
Ilustrasi SMP. Ft by Ist

Kaltimdaily.com, Samarinda – Ketimpangan fasilitas pendidikan di Samarinda akhirnya disorot serius sama Ketua Komisi IV DPRD Kota Samarinda, Mohammad Novan Syahronny Pasie.

Menurutnya, pembangunan sekolah negeri—terutama jenjang SMP—belum merata dan bikin siswa di beberapa daerah harus ‘berjuang’ cari sekolah.

Novan ngasih contoh nyata soal kondisi di Dapil II, tepatnya di Samarinda Seberang. Di sana, cuma ada SMP Negeri 3yang jadi satu-satunya sekolah negeri.

Masalahnya, banyak siswa dari wilayah ini malah masuk zonasi ke Palaran atau Loa Janan Ilir. Ujung-ujungnya, mereka harus sekolah jauh dari rumah karena gak tertampung di kampung sendiri.

“Kalau dari domisili, SMPN 3 itu yang paling deket. Tapi karena zonasinya masuk wilayah lain, anak-anak malah harus cari sekolah ke luar,” kata Novan.

Kondisi kayak gini, lanjutnya, jadi bukti nyata kalau sebaran fasilitas pendidikan di Samarinda memang timpang. Menurut dia, pembangunan sekolah baru di Samarinda Seberang udah jadi kebutuhan mendesak, bukan sekadar wacana.

Nah, kabar baiknya, Wali Kota Samarinda udah ngasih lampu hijau.

Katanya, studi lapangan buat melihat kelayakan pembangunan sekolah udah jalan, dan hasilnya positif. Lahannya ada dan memungkinkan buat dibangun sekolah baru.

“Pak Wali udah perintahkan tim buat cek lokasi. Ternyata lahannya ada dan cocok. InsyaAllah tahun depan kita dorong supaya bisa dibangun sekolahnya,” tegas Novan.

Gak cuma Dapil II, dia juga bilang kondisi yang sama terjadi di Dapil V.

Dengan langkah konkret ini, harapannya akses pendidikan di Samarinda makin merata dan semua anak bisa sekolah tanpa harus pindah zona atau kehabisan kursi.

DPRD dan Pemkot sepakat buat bergerak bareng biar gak ada lagi anak yang kesulitan dapet sekolah gara-gara zonasi atau minimnya fasilitas.

Kalau pemerataan fasilitas pendidikan bisa dijalankan konsisten, bukan cuma kualitas pendidikan yang naik, tapi juga semangat belajar anak-anak di pinggiran kota bisa tumbuh lebih besar.

Jadi, pembangunan sekolah baru ini bukan cuma soal bangunan—tapi juga soal masa depan generasi Samarinda! (ADV/DPRDSMR/YN)




Maaf guys, kalian tidak bisa melakukan copy paste dari situs ini. Terima kasih