banner-sidebar
Kaltim

Kemendagri Soroti Anggaran Rp25 Miliar di Kaltim, Minta Evaluasi Total

Avatar
1004
×

Kemendagri Soroti Anggaran Rp25 Miliar di Kaltim, Minta Evaluasi Total

Share this article
Rujab Gubernur Kaltim. Ft by ist

Kaltimdaily.com – Pemerintah pusat melalui Kementerian Dalam Negeri memberikan perhatian serius terhadap rencana renovasi rumah jabatan Gubernur di Kalimantan Timur (Kaltim) yang bernilai hingga Rp25 miliar. Proyek tersebut menjadi sorotan karena memuat sejumlah fasilitas yang dinilai tidak mendesak di tengah kondisi ekonomi masyarakat.

Wakil Menteri Dalam Negeri, Bima Arya Sugiarto, menyampaikan bahwa Kemendagri telah menurunkan tim dari Inspektorat Jenderal serta Direktorat Jenderal Otonomi Daerah untuk mendampingi Pemerintah Provinsi Kaltim dalam proses evaluasi anggaran.

Menurut Bima Arya, pengelolaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) di Kaltim harus dilakukan secara cermat dan berorientasi pada kepentingan publik. Ia menekankan bahwa setiap komponen belanja perlu diprioritaskan pada program yang memberikan dampak langsung bagi masyarakat.

Kemendagri secara khusus meminta agar item yang memicu polemik, seperti kursi pijat dan akuarium air laut, ditinjau ulang. Fasilitas tersebut dinilai tidak termasuk kebutuhan prioritas sehingga sebaiknya dikeluarkan dari rencana anggaran.

Selain itu, Kemendagri mendorong Gubernur Kaltim, Rudi Mas’ud, untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap Rencana Anggaran Belanja (RAB). Penyesuaian dinilai masih memungkinkan agar penggunaan anggaran lebih efisien dan tepat sasaran.

Meski demikian, pemerintah pusat menegaskan bahwa keputusan akhir tetap berada di tangan Pemerintah Provinsi Kaltim. Namun, setiap kebijakan diharapkan tetap mengedepankan asas manfaat dan kepentingan masyarakat luas.

Di tengah polemik yang berkembang, Rudi Mas’ud telah menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat Kaltim. Ia mengakui adanya kegaduhan akibat kurang optimalnya komunikasi publik terkait rencana tersebut.

Rudi juga menegaskan bahwa meskipun perencanaan anggaran telah disusun sebelum dirinya menjabat, ia tetap bertanggung jawab penuh atas kebijakan yang berjalan saat ini. Komitmen untuk melakukan evaluasi pun menjadi langkah awal meredam polemik di Kaltim.

Pemerintah pusat berharap kejadian ini menjadi momentum bagi Pemerintah Provinsi Kaltim untuk memperkuat transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan anggaran daerah.

Ke depan, pengawasan terhadap perencanaan dan penggunaan APBD di Kaltim diharapkan semakin diperketat. Hal ini penting untuk memastikan setiap anggaran yang dialokasikan benar-benar memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Selain itu, komunikasi publik juga dinilai perlu ditingkatkan agar setiap kebijakan dapat dipahami secara utuh oleh masyarakat. Keterbukaan informasi menjadi kunci dalam menjaga kepercayaan publik terhadap pemerintah.

Dengan evaluasi menyeluruh dan komitmen perbaikan, diharapkan pengelolaan anggaran di Kaltim dapat berjalan lebih efektif, efisien, dan berpihak pada kebutuhan masyarakat luas. (*)




Maaf guys, kalian tidak bisa melakukan copy paste dari situs ini. Terima kasih