Kaltimdaily.com, Balikpapan – Kematian tragis AS (19), penjaga Toko Mba Leha yang ditemukan tewas di Jalan MT Haryono, Balikpapan, mulai menemui titik terang.
Proses autopsi yang dilakukan oleh tim forensik Rumah Sakit Bhayangkara Balikpapan pada Selasa (27/1/2026) mengungkap adanya kekerasan yang menyebabkan kematian korban. Dokter ahli forensik, dr. Heriyadi Bawono Putro, Sp.FM., menyatakan bahwa tubuh korban ditemukan dengan 13 luka yang terdiri dari luka akibat kekerasan tumpul dan tajam.
Luka-luka tersebut tersebar di berbagai bagian tubuh korban, menunjukkan bahwa AS mengalami serangan berulang sebelum akhirnya meninggal.
Hasil pemeriksaan lebih lanjut menunjukkan bahwa penyebab utama kematian adalah luka tusuk yang sangat dalam di bagian perut, yang mengakibatkan kerusakan pada organ-organ vital dan perdarahan masif. “Penyebab kematian adalah luka tusuk yang mengakibatkan perdarahan hebat,” jelas dr. Heriyadi.
Selain luka tusuk, tim forensik juga memperkirakan bahwa korban meninggal dalam rentang waktu antara dua hingga enam jam sebelum jenazahnya diperiksa di rumah sakit, sesuai dengan waktu penemuan jasad korban pada Senin siang. Hasil autopsi ini kini menjadi bukti penting dalam penyelidikan yang dilakukan oleh Polsek Balikpapan Utara dan Polresta Balikpapan.
Penyelidikan kasus ini telah memasuki tahap lebih lanjut, dengan pihak kepolisian menggunakan data medis hasil autopsi untuk mencocokkan keterangan saksi dan barang bukti yang telah diamankan. Polisi berharap proses ini dapat segera mengungkap pelaku kekerasan yang menyebabkan kematian AS dan memberikan keadilan bagi keluarga korban.
Masyarakat Balikpapan pun kini menantikan perkembangan lebih lanjut dalam penyelidikan kasus ini, yang diharapkan dapat mengungkap siapa pelaku di balik kekerasan fatal ini.
Dengan adanya bukti autopsi yang kuat, pihak kepolisian optimis kasus ini dapat segera diselesaikan. (*)















