banner-sidebar
BerauKriminal

Kasus Asusila Gegerkan Berau, Pria Paruh Baya Ditangkap Usai Cabuli Anak

Avatar
980
×

Kasus Asusila Gegerkan Berau, Pria Paruh Baya Ditangkap Usai Cabuli Anak

Share this article
Tersangka. Ft by Ist

Kaltimdaily.com, Berau – Kasus bejat bikin heboh warga Kabupaten Berau, Kalimantan Timur. Seorang pria paruh baya berinisial BH (50) diciduk polisi gara-gara nyodomi bocah laki-laki umur 13 tahun.

Yang bikin tambah miris, kejadian itu berlangsung di sebuah masjid di Kecamatan Gunung Tabur.

Menurut keterangan Kanit Unit PPA Satreskrim Polres Berau, Iptu Siswanto, pelaku dan korban awalnya nggak saling kenal.

Mereka ketemu di masjid, lalu BH ngerayu korban pake iming-iming uang supaya mau nurutin keinginannya.

Peristiwa itu sendiri terjadi pada 1 Agustus 2025. Waktu itu, BH lagi dalam perjalanan menuju Bulungan pakai motor dan sempat berhenti di masjid kilometer 40.

Di situlah dia ketemu korban, lalu mulai bujuk-bujuk dengan janji kasih uang Rp50 ribu.

“Keesokan harinya korban cerita, dan laporan langsung masuk ke kami. Pelaku sempat numpang di masjid setelah bercerai dengan istrinya,” jelas Siswanto.

Hasil penyelidikan mengungkap fakta lain yang bikin tambah ngeri. Ternyata BH bukan pemain baru. Tahun 2017 lalu, dia juga pernah tersandung kasus asusila anak dan dijatuhi hukuman 8 tahun penjara.

Sekarang, BH lagi-lagi harus berurusan sama hukum. Polisi menjerat dia dengan UU Perlindungan Anak yang ancamannya bisa bikin dia mendekam di penjara maksimal 10 tahun.

Sementara korban masih syok berat dan mengalami trauma. Untungnya, polisi Berau udah kasih pendampingan psikologis supaya kondisi mental si anak bisa pulih pelan-pelan.

Kasus ini jadi pengingat serius buat masyarakat Berau supaya lebih waspada jaga anak-anak, apalagi di tempat umum kayak masjid.

Polisi juga berharap warga berani lapor kalau nemuin hal mencurigakan biar kejadian serupa nggak terulang lagi.

Ke depan, Polres Berau bakal makin perketat patroli dan pengawasan di titik-titik rawan. Dengan begitu, rasa aman masyarakat bisa tetap terjaga, dan anak-anak di Berau bisa beraktivitas tanpa dihantui rasa takut. (*)

Maaf guys, kalian tidak bisa melakukan copy paste dari situs ini. Terima kasih