banner-sidebar
DPRD SamarindaSamarinda

Hari Anak Nasional 2025, Anak-Anak Diajari Sampah Bisa Jadi Cuan!

Avatar
1097
×

Hari Anak Nasional 2025, Anak-Anak Diajari Sampah Bisa Jadi Cuan!

Share this article
Kegiatan di SDN 020 Kel Gunung Mulia, Samarinda. Ft by Yana

Kaltimdaily.com, Samarinda – Peringatan Hari Anak Nasional 2025 di Samarinda makin seru dengan kegiatan edukasi lingkungan yang digelar di SDN 020 Gunung Mulia, Senin (28/7/2025).

Kegiatan ini digagas langsung oleh Anggota Komisi III DPRD Samarinda, Muhammad Andriansyah atau yang akrab disapa Aan, bareng komunitas Samarinda Sadar Sampah dan Bank Sampah Gunung Mulia.

Anak-anak diajak belajar memilah sampah, mulai dari plastik, organik, sampai barang-barang daur ulang.

Serunya lagi, sampah yang mereka kumpulkan langsung dibeli! Jadi anak-anak bisa paham bahwa sampah itu bukan cuma kotoran, tapi juga punya nilai ekonomi.

“Anak-anak belajar memilah, dan sampahnya kita beli. Biar mereka tahu kalau sampah juga bisa jadi cuan,” ujar Aan sambil senyum di tengah kegiatan.

Dalam kegiatan ini, siswa dibagi jadi tujuh kelompok dan langsung didampingi fasilitator lingkungan buat praktik nyari dan milah sampah di area sekolah. Tujuannya? Supaya mereka tumbuh jadi generasi yang melek lingkungan sejak dini.

Aan bilang, ini bukan acara sekali lewat. Ke depannya, dia mau perluas program edukasi kayak gini ke sekolah-sekolah lain di Samarinda.

“Pelan-pelan, kita libatkan lebih banyak sekolah biar kesadaran lingkungan bisa tertanam lebih luas,” tambahnya.

Anggota Komisi III DPRD kota Samarinda Muhammad Andriansyah (Aan) saat memberikan bantuan kepada Ketua Bank Sampah Gunung Mulia, Merry. Ft by Yana

Ketua Bank Sampah Gunung Mulia, Merry, juga ikutan senang. Menurutnya, dukungan dari Aan sangat membantu aktivitas awal bank sampah yang baru berdiri itu.

“Bantuan dari Pak Aan jadi langkah awal penting buat operasional kami. Anak-anak juga jadi ngerti kalau sampah itu bisa dijual,” kata Merry.

Bank sampah yang baru dibentuk ini udah punya tujuh anggota aktif dan siap dampingi warga sekitar, termasuk anak-anak, buat kelola sampah dengan cara yang lebih rapi dan berkelanjutan.

Perwakilan sekolah, Bu Atih, bilang kegiatan ini bener-bener punya dampak. “Anak-anak makin paham pentingnya buang sampah di tempatnya. Mereka juga semangat banget karena ngerasa belajar sambil main,” tuturnya.

Edukasi soal lingkungan lewat kegiatan Hari Anak Nasional ini jadi bukti nyata kalau kolaborasi antara wakil rakyat, sekolah, dan komunitas bisa bawa perubahan besar.

Anak-anak yang tadinya cuek soal sampah, sekarang jadi sadar dan bahkan semangat memilah karena tahu ada manfaatnya.

Harapannya, kegiatan semacam ini bisa rutin digelar dan menjangkau sekolah-sekolah lain.

Dengan begitu, Samarinda bisa tumbuh jadi kota yang bersih, warganya peduli lingkungan, dan pastinya anak-anaknya tumbuh dengan karakter kuat sebagai agen perubahan masa depan! (*)

Maaf guys, kalian tidak bisa melakukan copy paste dari situs ini. Terima kasih