banner-sidebar
Internasional

Kunjungan Belajar Australia: Hairul Saleh Bawa Inspirasi Baru ke Bontang

Avatar
680
×

Kunjungan Belajar Australia: Hairul Saleh Bawa Inspirasi Baru ke Bontang

Share this article
Kunjungan Belahar Hairul Saleh ke Australia. Ft by Dok KD

Belajar ke Australia, Pamong dari Bontang Dapat Ilmu Keren Banget!

Kaltimdaily.com, Bontang – Pengalaman tak terlupakan dirasain langsung sama Hairul Saleh, S.Si., seorang Pamong Belajar dari SPNF SKB Kota Bontang.

Cowok satu ini jadi satu-satunya wakil Kalimantan Timur yang lolos seleksi Program Kunjungan Belajar Pembelajaran Mendalam ke Australia, yang berlangsung dari 24 Mei sampai 1 Juni 2025.

Selama 9 hari, Hairul bareng 27 orang lainnya—dari guru, kepala sekolah, pengawas sampai pengambil kebijakan Kemendikbud—blusukan langsung ke sekolah-sekolah top di Australia buat belajar sistem pendidikan mereka yang keren banget, inklusif, dan fokus ke pembelajaran mendalam.

Mereka sempat mampir ke Birrong Girls High School, Auburn North Public School, Al Noori Muslim School, bahkan ikut sesi diskusi online bareng sekolah elite kayak Abbotsleigh dan St Columba Anglican School.

Fokus utama kunjungan ini adalah ngelihat langsung gimana konsep explicit teaching diterapin buat nyiptain pembelajaran yang ngena banget ke murid.

Explicit teaching sendiri adalah cara ngajarnya yang sistematis dan langsung. Mulai dari “hook” atau pemicu buat ngaitin pelajaran sama pengalaman murid, kasih tahu tujuan belajar, bikin kriteria sukses, kasih instruksi step by step, sampai latihan bareng sebelum akhirnya murid praktik mandiri.

Yang keren, murid nggak sekadar dapet nilai, tapi dimotivasi buat terus berkembang.

Hairul ngasih contoh nyata waktu dia pantau pelajaran Sains kelas 9 di Birrong Girls High School.

Kunjungan Belahar Hairul Saleh ke Australia. Ft by Dok KD

Guru di sana mulai ngajarnya dari studi kasus wabah bakteri yang langsung bikin murid penasaran.

Lalu murid bikin kriteria sukses sendiri, kerja kelompok nyari solusi pencegahan penyakit, sampai bikin proposal pendanaan dan presentasi proyeknya.

Jadi bukan cuma belajar sains, tapi juga critical thinking, komunikasi, kolaborasi, dan kreativitas mereka ikut diasah.

Nggak cuma itu, keterlibatan orang tua juga jadi nilai plus sistem pendidikan di sana. Mereka dilibatkan sejak awal, bahkan ditanya langsung gimana sekolah bisa bantu capai tujuan belajar anak.

Orang tua ikut seminar, konsultasi, festival sekolah—semua itu bikin pendidikan terasa kolaboratif dan bermakna.

Para delegasi juga berdiskusi dengan para pemangku kebijakan dan akademisi seperti Dekan WSU, ACARA, ACECQA, dan NSW DoE.

Di sana, mereka dapet banyak insight tentang standar guru, kurikulum nasional fleksibel, serta pentingnya penilaian berbasis data kayak NAPLAN.

Transparansi performa sekolah bahkan bisa diakses lewat platform “My School”.

Pendidikan anak usia dini (PAUD) pun nggak luput dari perhatian. Australia punya sistem National Quality Framework (NQF) yang menjamin kualitas layanan PAUD lewat standar nasional dan evaluasi rutin.

Tujuannya? Supaya anak-anak dapet lingkungan belajar yang aman, berkualitas, dan mendukung tumbuh kembang optimal mereka.

Selama di Australia, semua peserta program didampingi tim INOVASI (kolaborasi pemerintah Indonesia dan Australia) yang rutin ngadain sesi refleksi bareng tiap hari. Mereka ngulik pelajaran yang bisa dibawa pulang ke Indonesia, bareng tim seperti Ingga Vistara, Ari Irawan, Jenny Lewis, dan Robert Randall.

Buat Hairul, kunjungan belajar ini bukan cuma trip edukatif biasa, tapi jadi titik balik buat membangun pendidikan yang lebih keren di tanah air.

Bukan berarti Indonesia harus copy-paste sistem Australia, tapi semangat, struktur, dan kolaborasi yang mereka bangun bisa dijadiin contoh buat nyiptain pendidikan yang kontekstual dan relevan buat anak-anak Indonesia.

Langkah kecil ini diharapkan bisa memantik perubahan besar, khususnya di Bontang dan Kalimantan Timur.

Lewat semangat pembelajaran mendalam dan keterlibatan orang tua yang kuat, kita bisa menciptakan generasi cerdas, adaptif, dan berkarakter. Yuk, bareng-bareng bawa perubahan dari ruang kelas! (*)

Maaf guys, kalian tidak bisa melakukan copy paste dari situs ini. Terima kasih