Kaltimdaily.com, Internasional – Pemerintah Greenland menyatakan sikap tegas dengan menolak segala bentuk rencana pengambilalihan wilayahnya oleh Amerika Serikat. Penegasan ini disampaikan sebagai respons atas kembali mencuatnya wacana yang pernah dilontarkan mantan Presiden AS Donald Trump terkait keinginan untuk mengakuisisi Greenland.
Otoritas setempat menegaskan bahwa Greenland akan tetap berada dalam kerangka aliansi pertahanan Barat dan tidak terbuka terhadap pengambilalihan oleh negara mana pun.
Pemerintah Greenland menekankan bahwa status politik dan kedaulatan wilayahnya tidak dapat ditawar. Greenland menyatakan memiliki hak penuh untuk menentukan masa depannya sendiri dan tetap berkomitmen pada kerja sama pertahanan internasional yang selama ini dijalankan bersama mitra-mitra Barat.
Sikap tegas Greenland mendapat perhatian luas dari Uni Eropa. Komisioner Uni Eropa untuk Pertahanan dan Luar Angkasa, Andrius Kubilius, menyatakan bahwa UE siap memberikan dukungan kepada Denmark, negara yang memegang kedaulatan atas Greenland, apabila menghadapi tekanan atau ancaman eksternal. Ia merujuk pada Pasal 42.7 Perjanjian Uni Eropa, yang mengatur kewajiban negara anggota untuk saling membantu jika terjadi agresi.
Kubilius juga mengingatkan bahwa wacana pengambilalihan Greenland oleh Amerika Serikat berpotensi menimbulkan dampak geopolitik serius. Menurutnya, langkah semacam itu dapat memicu reaksi keras dari negara-negara Eropa dan menimbulkan ketegangan baru dalam hubungan transatlantik. Bahkan, stabilitas aliansi pertahanan seperti NATO dinilai dapat terdampak apabila isu tersebut berkembang menjadi konflik terbuka.
Sejumlah pengamat menilai bahwa tindakan agresif terhadap Greenland berisiko memperlebar ketegangan internasional, khususnya di kawasan Arktik yang memiliki nilai strategis tinggi. Greenland sendiri kembali menegaskan komitmennya untuk tetap berada dalam sistem pertahanan kolektif yang ada, tanpa mengorbankan kedaulatan wilayah dan keputusan politiknya.
Wilayah Greenland selama ini menjadi perhatian dunia karena posisinya yang strategis serta potensi sumber daya alam yang besar. Oleh karena itu, setiap dinamika politik yang melibatkan Greenland dinilai memiliki implikasi global, baik dari sisi keamanan, ekonomi, maupun hubungan internasional.
Ke depan, perkembangan sikap Amerika Serikat, Uni Eropa, dan Denmark terhadap Greenland diperkirakan akan terus menjadi sorotan. Pemerintah Greenland menegaskan bahwa dialog internasional harus tetap menghormati prinsip kedaulatan dan hukum internasional, demi menjaga stabilitas kawasan dan tatanan global. (*)

















