Kaltimdaily.com, Nasional – Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka buka suara soal kabar yang menyebut dirinya bakal ngantor di Papua buat ngehandle Badan Percepatan Pembangunan Otonomi Khusus (Otsus) Papua.
Gibran bilang, sebagai orang yang ditugasi Presiden Prabowo Subianto, dirinya siap aja ditugaskan di mana pun, kapan pun, termasuk Papua.
“Kalau saya mah santai aja, mau kantor di Jakarta bisa, IKN Desember jadi ya bisa juga, di Papua juga oke. Di Klaten juga bisa, yang penting kerja jalan,” kata Gibran waktu ditanya wartawan di Klaten, Jawa Tengah, Rabu (9/7/2025).
Gibran juga bilang, tugas-tugas buat bantu percepatan pembangunan Papua itu udah biasa dikasih ke Wakil Presiden.
Jadi bukan hal baru. Bahkan sebelum Keputusan Presiden (Keppres) soal penugasan itu diteken, tim dari Sekretariat Wakil Presiden (Setwapres) udah sering turun ke lapangan ke daerah-daerah kayak Merauke dan Sorong, termasuk buat ngirim laptop ke sekolah dan ngecek kesiapan program Makan Bergizi Gratis (MBG).
“Nunggu Keppres keluar aja kita udah mulai jalan. Tim Setwapres saya suruh cek kondisi di sana. Kita siap kerja cepat, kerja bener,” lanjut Gibran.
Tapi kemudian Yusril Ihza Mahendra, Menko Polhukam, ngasih klarifikasi. Kata dia, bukan berarti Gibran bakal pindah kantor ke Papua.
Yang bakal berkantor di Papua itu cuma Sekretariat Badan Percepatan Otsus Papua aja, bukan Wakil Presiden langsung.
“Pak Wapres itu ketua Badannya. Kantor utamanya tetap di ibu kota negara, sesuai aturan UUD 1945. Jadi bukan pindah kantor ke Papua,” kata Yusril.
Dia juga jelaskan, badan khusus ini dibentuk lewat Perpres Nomor 121 Tahun 2022 era Presiden Jokowi, dengan anggota para menteri terkait dan perwakilan dari provinsi-provinsi di Papua.
Yusril juga menegaskan, posisi Wakil Presiden secara konstitusional enggak bisa pisah dari Presiden.
Jadi lokasi kerja utama Gibran tetap di ibu kota negara, bukan di tempat lain.
Meski begitu, respon Gibran soal penugasannya ini menuai pujian karena terkesan santai, responsif, dan tetap profesional. Kalimat “kantor bisa di mana aja” mencerminkan semangat fleksibilitas dan siap kerja di lapangan kapan pun dibutuhkan.
Warga di berbagai kota termasuk Balikpapan juga menanggapi positif gaya kepemimpinan Gibran yang terbuka dan cepat tanggap.
Diharapkan, gaya kerja seperti ini bisa mempercepat berbagai program pembangunan nasional, baik di Papua, IKN, maupun daerah lainnya di Kalimantan Timur. (*)















