banner-sidebar
KaltimBalikpapan

Balikpapan Wajibkan Kawasan Kelola Sampah Sendiri Mulai Juli 2025

Avatar
1176
×

Balikpapan Wajibkan Kawasan Kelola Sampah Sendiri Mulai Juli 2025

Share this article
Balikpapan Wajibkan Kawasan Kelola Sampah Sendiri Mulai Juli 2025
Ilustrasi sampah. ft by Ist

Kaltimdaily.com, Balikpapan – Mulai 1 Juli 2025 nanti, warga Kota Balikpapan nggak bisa lagi sembarangan buang sampah, Bro & Sis! Pemerintah Kota (Pemkot) Balikpapan lewat Dinas Lingkungan Hidup (DLH) bakal mewajibkan semua kawasan—mulai dari perumahan, hotel, perkantoran, sampai apartemen—untuk ngelola sampah secara mandiri dulu sebelum dikirim ke Tempat Pengolahan Akhir Sampah (TPAS).

Kepala DLH Balikpapan, Sudirman Djayaleksana, bilang aturan ini sebenarnya udah lama diatur lewat Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2008. Tapi ya gitu, implementasinya masih jalan di tempat. “Undang-undangnya udah 17 tahun, tapi realisasinya baru 70 persen,” ucapnya, Minggu (29/6/2025).

Biar aturan ini nggak bikin kaget, DLH bakal kasih waktu sosialisasi selama sebulan di Juli. Nah, mulai Agustus 2025, aturan ini bakal ditegakkan secara penuh. Jadi tiap kawasan dikasih waktu buat nyiapin sistem pengolahan, fasilitas, petugas, dan edukasi buat warganya.

Kalau masih ada yang ngeyel buang sampah tanpa proses pengolahan, siap-siap dapet sanksi administratif, mulai dari teguran sampai dibatasi layanannya. DLH Balikpapan pengin semua pihak ikut terlibat: pemerintah, warga, perusahaan, dan media. Targetnya? Supaya 50 persen sampah di Balikpapan bisa berkurang sebelum akhir 2025.

Menurut data, setiap hari kota ini menghasilkan 500 ton sampah, tapi baru 30 persen yang berhasil diolah lewat fasilitas MRF dan ITF. Masih ada sekitar 20 persen PR yang harus dikejar biar bisa nyampe target nasional.

DLH juga lagi garap inovasi buat ubah sampah di TPAS Manggar jadi energi listrik terbarukan. Kalau berhasil, nggak cuma bikin lingkungan makin bersih, tapi juga bisa bantu kebutuhan listrik warga. Keren, kan?

Langkah ini bukan cuma soal buang sampah pada tempatnya, tapi juga mengubah mindset warga Balikpapan biar lebih peduli lingkungan. Mulai dari rumah, kantor, sampai hotel, semuanya harus punya sistem pemilahan dan pengolahan sendiri. Nggak bisa lagi ngandelin TPAS doang.

Kalau gerakan ini sukses, Balikpapan bisa jadi role model nasional soal pengelolaan sampah berbasis kawasan. Tapi tentu aja butuh kerja bareng semua pihak. Karena nyatanya, urusan sampah bukan cuma tugas DLH, tapi tanggung jawab bareng-bareng buat masa depan kota yang bersih dan berkelanjutan. (*)




Maaf guys, kalian tidak bisa melakukan copy paste dari situs ini. Terima kasih