Kaltimdaily.com, Berau – Jumlah penduduk di Kabupaten Berau makin hari makin naik, bro! Berdasarkan data dari Disdukcapil, sampai akhir Desember 2024 aja, jumlah warga Berau udah tembus 299 ribu jiwa. Dalam enam bulan bisa nambah 5.000 orang. Gila sih, ini jelas bikin kebutuhan akan rumah layak huni makin mendesak!
Makanya, Ketua Komisi II DPRD Berau, Rudi Parasian Mangunsong, langsung angkat suara. Kata dia, pemerintah dan pengembang wajib serius soal pembangunan rumah yang layak, nyaman, dan pastinya punya dokumen kepemilikan yang lengkap. “Jangan cuma asal bangun, tapi harus ada jaminan kualitas dan legalitasnya,” ujar Rudi.
Dia juga wanti-wanti supaya semua pihak saling nyambung komunikasinya—baik itu pemda, pengembang rumah subsidi, sampai warga. Soalnya, kalau dari awal udah nggak transparan, bisa-bisa jadi konflik hukum di kemudian hari.
Ngomongin soal anggaran, Pemkab Berau ternyata udah nyiapin dana segar Rp1,472 miliar buat program rumah layak huni di tahun 2025. Fokusnya buat masyarakat berpenghasilan rendah dan kawasan yang masih jauh dari kata layak.
Program ini pun dapet full support dari DPRD. Rudi bilang, mereka bakal kawal terus agar rumah yang dibangun nggak asal jadi. “Harus awet, aman, dan bikin penghuninya nyaman dalam jangka panjang,” tegasnya.
Langkah serius Pemkab Berau ini menunjukkan bahwa pemerintah sadar betul kalau tempat tinggal bukan sekadar bangunan, tapi hak dasar rakyat. Program rumah layak huni jadi jawaban nyata atas keresahan masyarakat yang selama ini kesulitan punya hunian yang aman dan manusiawi.
Kalau pembangunan dan pengawasan berjalan maksimal, bukan nggak mungkin Berau bisa jadi contoh kabupaten yang sukses dalam penyediaan rumah layak huni untuk semua. Semoga bukan cuma jadi program, tapi benar-benar dirasakan langsung manfaatnya oleh rakyat. (*)

















