banner-sidebar
SamarindaKaltim

Andi Harun Bongkar Penyebab Banjir, Target Rampung 2026

Avatar
658
×

Andi Harun Bongkar Penyebab Banjir, Target Rampung 2026

Share this article
Andi Harun Bongkar Penyebab Banjir, Target Rampung 2026
Andi Harun saat meninjau kawasan Perumahan Bengkuring dan sekitarnya, pada Kamis (3/7/2025). Ft by ist

Kaltimdaily.com, Samarinda – Wali Kota Samarinda, Andi Harun, pada Kamis (3/7/2025) mantau kawasan Perumahan Bengkuring dan sekitarnya yang kerap kebanjiran tiap hujan deras. Ia langsung nge-cek titik rawan genangan, dari bangunan yang menutup saluran air sampai kolam eks tambang yang gak ada pengaman—potensi sumber banjir besar.

“Kita udah tandain satu void eks tambang yang bisa meluber pas hujan deras. Kabarnya itu milik warga, kita bakal cek legalitasnya lewat koordinat BPBD,” jelas Andi Harun.

Di SMK Medika, Andi juga nemuin hall sekolah nongkrong di atas saluran air tanpa kontrol air memadai. Dia langsung perintahkan Dinas SDA untuk bikin mainhall di halaman supaya aliran air bisa diatur:

“Kita perlu intervensi praktis tapi berdampak. Mainhall ini bakal jadi pintu kontrol air,” tegasnya.

Nggak cuma soal bangunan, Andi Harun bilang penting juga pendekatan sosial: kalau struktur berdiri di lahan warga, minta izin bongkar—atau kalau di fasilitas umum, bongkar demi kepentingan barengan.

Area sekitar Gereja juga kena parah, bahkan air sampai separuh jendela rumah. “Lihat bekas banjirnya tinggi banget, ini efek geografis,” imbuhnya.

Sebagai aksi nyata, Pemkot bakal tambah drainase 200 meter plus ekstra 50 meter:

“Genangan mungkin masih ada, tapi kita prediksi berkurang drastis. Target rampung 2026,” katanya.

Andi Harun ingetin, penanganan banjir butuh dukungan penuh mulai Pemprov sampai pusat:

“Untuk Sungai Karang Mumus dan sekitarnya, dana yang kita perlukan kurang lebih Rp900 miliar. Gak bakal kelar dalam satu tahun anggaran saja,” ujarnya.

Dengan melibatkan warga, perangkat daerah, dan instansi teknis, Andi Harun berharap penanganan banjir di Samarinda jadi kerja barengan:

“Kita nggak cuma alirkan air, tapi kelola air secara manusiawi dan terencana,” pungkasnya.

Ke depan, Andi Harun juga bakal gelar forum warga tiap bulan di Bengkuring untuk pantau progres perbaikan, sekaligus jadi ajang sharing solusi kreatif dari warga sendiri. Dia pengen masyarakat ikut pegang kendali, bukan cuma jadi penonton.

Semoga kolaborasi lintas sektor ini beneran ngurangin banjir dan bikin Samarinda makin nyaman. Kalau sukses, model penanganan ini bisa jadi pilot project buat kota-kota lain yang sering kebanjiran juga. (*)




Maaf guys, kalian tidak bisa melakukan copy paste dari situs ini. Terima kasih