banner-sidebar
Berau

Ancaman Karhutla di Berau, BPBD Imbau Warga Tidak Bakar Lahan

Avatar
919
×

Ancaman Karhutla di Berau, BPBD Imbau Warga Tidak Bakar Lahan

Share this article
Karhutla. Ft by Ist

Kaltimdaily.com, Berau – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Berau, Kalimantan Timur, melaporkan kemunculan lebih dari 50 titik panas sepanjang September 2025. Kepala BPBD Berau, Mashyadi Muhdi, menyebutkan puncaknya terjadi pada bulan ini dengan total 51 titik panas, meskipun jumlah tersebut mulai menurun dalam beberapa hari terakhir.

Mashyadi menjelaskan, kondisi cuaca menjadi pemicu utama munculnya titik panas, sehingga kewaspadaan harus terus ditingkatkan. Untuk mencegah kebakaran hutan dan lahan (karhutla), pemerintah daerah menggandeng TNI, Polri, serta Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH). Fokus pengawasan dipusatkan di kawasan Berau Barat, Berau Utara, dan Berau Tengah.

Selain menyiagakan posko di setiap kecamatan, BPBD juga menempatkan unit pemadam kebakaran agar dapat merespons cepat jika terjadi kebakaran. Mashyadi menekankan bahwa langkah antisipasi hanya akan berhasil bila didukung partisipasi aktif masyarakat.

“Jangan melakukan pembakaran sembarangan. Sekali api menyebar, dampaknya bukan hanya pada lahan, tapi juga langsung dirasakan masyarakat sekitar,” tegasnya pada Minggu (28/9/2025).

Menurut Mashyadi, kepatuhan masyarakat terhadap larangan pembakaran lahan sangat penting. Kabut asap yang dihasilkan dari karhutla bisa merusak kualitas udara, mengganggu kesehatan, hingga menghambat aktivitas sehari-hari.

BPBD Berau terus mendorong masyarakat agar menjadi garda terdepan dalam pencegahan. Kesadaran kolektif dinilai krusial agar potensi titik panas tidak berkembang menjadi kebakaran besar yang merugikan daerah.

Pemerintah daerah bersama aparat terkait kini berupaya menjaga agar situasi tetap terkendali. Namun, Mashyadi mengingatkan tanpa peran serta warga untuk menghentikan kebiasaan membakar lahan, risiko kabut asap dan kerusakan lingkungan akan terus membayangi Berau.

Kasus titik panas yang berulang setiap tahun juga menjadi peringatan bagi semua pihak untuk memperbaiki pola pengelolaan lahan. Edukasi masyarakat terkait bahaya karhutla dinilai perlu digencarkan agar pencegahan bisa dilakukan sejak dini.

Dengan adanya sinergi antara pemerintah, aparat, dan masyarakat, diharapkan wilayah Berau dapat terhindar dari bencana kabut asap berkepanjangan. Upaya kolektif ini menjadi kunci untuk menjaga kesehatan, kelestarian lingkungan, serta keberlangsungan aktivitas warga di daerah tersebut. (*)

Maaf guys, kalian tidak bisa melakukan copy paste dari situs ini. Terima kasih