Kaltimdaily.com, Tekno – Dulu, menganalisis dampak kebijakan baru terhadap dunia investasi bisa makan waktu berbulan-bulan. Tapi kini, dengan bantuan AI, seorang analis dari AllianceBernstein (AB) hanya butuh satu sore untuk memahami dampak rancangan undang-undang Donald Trump terhadap obat-obatan dan asuransi lintas negara bagian. Hasilnya? Keputusan investasi bisa diambil lebih cepat dan lebih akurat, menghasilkan keuntungan maksimal untuk klien.
Andrew Chin, Chief AI Officer di AB, menyebut bahwa alat internal berbasis AI ini memberikan lompatan luar biasa. “Analis kami bisa mengunci alpha lebih cepat—sesuatu yang nggak mungkin dilakukan sebelumnya,” ujarnya.
Investor fundamental yang biasanya butuh waktu panjang dalam mengambil keputusan kini punya senjata baru. Dengan kemampuan AI mencerna dokumen keuangan, transkrip rapat, dan data tak terstruktur dalam hitungan detik, strategi lama yang lelet ala Warren Buffett mulai tergeser oleh kecepatan teknologi.
Dari JPMorgan Hingga BlackRock, AI Jadi Senjata Andalan Investor Dunia
JPMorgan Asset Management misalnya, mengembangkan sistem bernama Smart Monitor yang dijuluki “Spotify untuk investor.” Sistem ini menyaring data dalam jumlah masif untuk menyajikan informasi yang tepat, di saat yang tepat, bagi manajer portofolio. Alat ini bagian dari platform AI mereka yang lebih besar, Spectrum, yang juga mencakup alat bernama Moneyball—dirancang untuk mendeteksi bias dalam keputusan investasi.
Alih-alih memaksa investor belajar teknologi baru, JPMorgan membangun AI yang langsung nyambung dengan proses kerja yang sudah biasa mereka lakukan. Hasilnya? Para manajer investasi yang awalnya skeptis kini jadi pendukung utama.
Sementara itu, AllianceBernstein juga nggak mau ketinggalan. Mereka punya chatbot internal bernama AB AI yang membantu persiapan rapat, riset perusahaan, hingga analisis data sesuai gaya investasi masing-masing analis. Bahkan, beberapa analis bikin agen AI pribadi menggunakan ChatGPT atau Microsoft Copilot untuk kebutuhan sektoral spesifik.
Menurut Chin, sekitar 75% profesional investasi di AB udah pakai alat ini. Sisanya? Ia yakin mereka akan ikut setelah lihat performa koleganya yang meningkat drastis.
BlackRock Luncurkan Asimov, AI Pintar yang Bisa Bertindak Sendiri
Tak mau tertinggal, raksasa investasi dunia BlackRock baru saja memperkenalkan Asimov, platform AI agentic yang bukan cuma bisa menjawab pertanyaan, tapi juga bisa bertindak sendiri. Robert Goldstein, COO BlackRock, menyebut AI ini bisa bekerja bahkan saat semua orang tidur—memindai laporan keuangan, email, hingga catatan riset untuk menghasilkan wawasan portofolio secara otomatis.
Menurut Global Head of Systematic Investing BlackRock, Raffaele Savi, AI bukan hanya alat bantu, tapi partner cerdas yang bisa mensimulasikan jutaan skenario secara real-time setiap hari. Hasilnya, portofolio makin sesuai dengan strategi manajer investasi.
Kemunculan AI sebagai pendorong transformasi di dunia investasi menunjukkan bahwa masa depan industri keuangan akan makin mengandalkan kecerdasan buatan. Para investor kini bukan hanya dituntut untuk cermat membaca pasar, tapi juga harus mampu beradaptasi dengan teknologi yang terus berkembang.
Dalam beberapa tahun ke depan, bisa jadi pemenang di dunia investasi bukan hanya mereka yang punya modal besar, tapi mereka yang mampu memanfaatkan AI dengan cerdas. Dengan efisiensi dan kecepatan analisis yang jauh melampaui kemampuan manusia, AI membuka jalan bagi generasi baru investor “iron person”—manusia yang diperkuat oleh kecanggihan teknologi. (*)















