banner-sidebar
Samarinda

Tanah Longsor Terjang Permukiman Warga di Samarinda, Satu Rumah Rusak

Avatar
1219
×

Tanah Longsor Terjang Permukiman Warga di Samarinda, Satu Rumah Rusak

Share this article
Longsor. Ft by ist

Kaltimdaily.com, Samarinda – Peristiwa tanah longsor terjadi di kawasan permukiman warga Kota Samarinda pada Minggu pagi (1/2/2026). Kejadian tersebut berlangsung di Jalan Damanhuri 2, Perumahan Borneo Mukti 2 Blok I Nomor 54a, Kelurahan Mugirejo, Kecamatan Sungai Pinang, dan menyebabkan kerusakan pada satu unit rumah warga.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Samarinda menerima laporan awal sekitar pukul 08.30 WITA dari warga setempat. Menindaklanjuti informasi tersebut, BPBD langsung menurunkan personel ke lokasi untuk melakukan peninjauan, pengukuran area terdampak, serta asesmen awal guna mengantisipasi potensi longsor susulan.

Hasil pemeriksaan di lapangan menunjukkan bahwa longsor dipicu oleh kondisi tanah uruk yang jenuh air akibat curah hujan tinggi. Tekanan air membuat struktur tanah kehilangan daya dukung, sehingga menggerus pondasi bangunan di sekitarnya.

Faktor risiko lainnya berasal dari keberadaan danau bekas galian tambang di bagian belakang permukiman. Kondisi ini dinilai turut memengaruhi kestabilan tanah dan memperbesar potensi terjadinya pergerakan tanah di kawasan tersebut.

Dampak longsor mengenai rumah milik Mohammad Isfahani yang dihuni satu kepala keluarga dengan enam jiwa. Kerusakan terjadi pada bagian belakang bangunan hingga area dapur, sehingga aktivitas penghuni rumah terganggu dan menimbulkan kekhawatiran terhadap keselamatan.

Berdasarkan hasil pengukuran petugas, area longsoran memiliki panjang sekitar 10 meter dan lebar sekitar 2 meter. BPBD menilai kondisi tersebut masih berisiko, terutama jika hujan dengan intensitas tinggi kembali terjadi dalam waktu dekat.

Sebagai langkah penanganan awal, BPBD Kota Samarinda mengimbau warga sekitar untuk meningkatkan kewaspadaan. Masyarakat diminta rutin memantau kondisi tanah di sekitar rumah dan segera melapor apabila muncul retakan atau tanda-tanda pergerakan tanah.

Selain itu, Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD melakukan pemangkasan pohon yang dinilai berpotensi membahayakan bangunan apabila tumbang. Proses pembersihan material longsoran dilakukan secara gotong royong oleh warga bersama pemilik rumah dengan pendampingan petugas BPBD.

Dalam kegiatan tersebut, BPBD mengerahkan satu unit mobil rescue dan satu unit chainsaw, serta melibatkan unsur RT dan masyarakat setempat untuk memastikan penanganan berjalan aman dan terkendali.

BPBD Kota Samarinda kembali mengingatkan warga yang tinggal di wilayah rawan longsor agar selalu siaga selama musim hujan. Kewaspadaan bersama, deteksi dini, dan koordinasi cepat antara warga dan pemerintah dinilai menjadi kunci utama untuk meminimalkan risiko serta dampak bencana di Kota Samarinda ke depan. (*)




Maaf guys, kalian tidak bisa melakukan copy paste dari situs ini. Terima kasih