Penduduk Samarinda 2024: Data Lengkap Demografi dan Struktur Usia
Kaltimdaily.com, Samarinda – Kota Samarinda, sebagai ibu kota Provinsi Kalimantan Timur, memiliki luas wilayah sekitar 718 kilometer persegi. Berdasarkan data terbaru tahun 2024, jumlah penduduk Samarinda mencapai 868.500 jiwa, menjadikannya kota dengan populasi terbesar di Pulau Kalimantan.
Komposisi Penduduk Berdasarkan Jenis Kelamin
Dari total jumlah penduduk, sebanyak 451.572 jiwa atau sekitar 50,85 persen adalah laki-laki, sementara 436.612 jiwa atau 49,15 persen merupakan perempuan. Perbandingan ini menunjukkan bahwa komposisi gender di Samarinda relatif seimbang, dengan jumlah laki-laki sedikit lebih banyak dibandingkan perempuan.
Distribusi Usia Penduduk Samarinda
Struktur usia penduduk Samarinda didominasi oleh kelompok usia produktif. Rincian distribusi usia per Juni 2024 adalah sebagai berikut:
- Usia 0–4 tahun: 54.830 jiwa (6,31%)
- Usia 5–9 tahun: 76.060 jiwa (8,76%)
- Usia 10–14 tahun: 81.820 jiwa (9,42%)
- Usia 15–19 tahun: 69.340 jiwa (7,98%)
- Usia 20–24 tahun: 75.390 jiwa (8,68%)
- Usia 25–29 tahun: 70.800 jiwa (8,15%)
- Usia 30–34 tahun: 67.290 jiwa (7,75%)
- Usia 35–39 tahun: 67.500 jiwa (7,77%)
- Usia 40–44 tahun: 71.350 jiwa (8,22%)
- Usia 45–49 tahun: 63.050 jiwa (7,26%)
- Usia 50–54 tahun: 54.560 jiwa (6,28%)
- Usia 55–59 tahun: 44.540 jiwa (5,13%)
- Usia 60–64 tahun: 31.430 jiwa (3,62%)
- Usia 65–69 tahun: 19.730 jiwa (2,27%)
- Usia 70–74 tahun: 11.520 jiwa (1,33%)
- Usia 75 tahun ke atas: 9.270 jiwa (1,07%)
Secara keseluruhan, sekitar 67,22 persen penduduk Samarinda berada pada usia produktif (15–59 tahun). Sementara itu, 24,49 persen merupakan kelompok usia anak-anak (0–14 tahun), dan 8,28 persen termasuk kategori lanjut usia (60 tahun ke atas).
Pentingnya Data Demografi Bagi Pembangunan Kota
Dengan dominasi usia produktif, penduduk Samarinda memiliki potensi besar dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah. Komposisi demografi ini sekaligus menjadi tantangan bagi pemerintah dalam penyediaan lapangan kerja, layanan pendidikan, serta fasilitas kesehatan yang memadai.
Selain itu, data demografi yang hampir seimbang antara laki-laki dan perempuan menunjukkan pentingnya pembangunan yang inklusif dan berkeadilan gender. Dengan demikian, setiap kebijakan pembangunan diharapkan mampu menjawab kebutuhan seluruh lapisan masyarakat.
Ke depan, pengelolaan data kependudukan yang akurat akan sangat berperan dalam perencanaan pembangunan. Pemerintah Kota Samarinda dapat menjadikan data demografi sebagai dasar untuk meningkatkan pelayanan publik, mengurangi kesenjangan sosial, dan mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih merata.
Melalui pemanfaatan bonus demografi ini, penduduk Samarinda diharapkan tidak hanya menjadi penopang pertumbuhan ekonomi Kalimantan Timur, tetapi juga menjadi bagian penting dalam pembangunan nasional yang berkelanjutan. (*)















