banner-sidebar
Balikpapan

Progres RDMP Balikpapan Capai 96 Persen, Pertamina Optimistis Rampung Tepat Waktu

Avatar
1372
×

Progres RDMP Balikpapan Capai 96 Persen, Pertamina Optimistis Rampung Tepat Waktu

Share this article
Kilang minyak Balikpapan. Ft by Ist

Kaltimdaily.com, Balikpapan – PT Pertamina (Persero) menargetkan proyek Revamping Development Master Plan (RDMP) Balikpapan di Kalimantan Timur dapat mulai beroperasi pada 17 November 2025.

Proyek strategis bernilai 7,4 miliar dolar Amerika Serikat ini akan menjadikan Kilang Balikpapan sebagai kilang terbesar di Indonesia, dengan kapasitas produksi meningkat dari 260 ribu barel per hari (kbpd) menjadi 360 kbpd.

Direktur Utama Pertamina, Simon Aloysius Mantiri, menyampaikan bahwa tahap uji coba operasional RDMP dijadwalkan dimulai pada 10 November 2025, sebelum beroperasi penuh sepekan kemudian. Dalam Rapat Dengar Pendapat bersama Komisi VI DPR RI, ia menekankan pentingnya percepatan penyelesaian proyek ini sebagai langkah strategis dalam menjaga ketahanan energi nasional.

Komisaris Utama Pertamina, Mochammad Iriawan, turut menegaskan agar pembangunan proyek RDMP Balikpapan diselesaikan tepat waktu sehingga dapat diresmikan langsung oleh Presiden Prabowo Subianto pada akhir 2025. Untuk memperkuat pengawasan, Direktur Transformasi dan Keberlanjutan Bisnis Pertamina, Agung Wicaksono, ditugaskan turun langsung ke Balikpapan guna memastikan setiap tahapan berjalan sesuai jadwal.

Hingga pekan pertama Agustus 2025, PT Kilang Pertamina Balikpapan (KPB) mencatat progres pembangunan telah mencapai 96,15 persen. Senior Officer I Media Communication Pertamina, Bagja Mahendra, menuturkan bahwa percepatan kini difokuskan pada penyelesaian unit pemrosesan sekunder, seperti Residual Fluid Catalytic Cracking (RFCC), RFCC-LPG, Propylene Recovery Unit (PRU), serta berbagai fasilitas pendukung lainnya.

KPB menargetkan unit RFCC dapat rampung dan beroperasi pada November 2025, mengingat komponen ini memiliki peran vital dalam peningkatan kapasitas sekaligus kualitas produksi kilang. Penyelesaian RDMP Balikpapan sejalan dengan visi Astacita Presiden Prabowo Subianto yang berfokus pada penguatan ketahanan energi nasional dan pengurangan ketergantungan terhadap impor bahan bakar minyak.

Dengan selesainya proyek RDMP Balikpapan, Pertamina berharap Indonesia mampu memperkuat posisinya dalam sektor energi regional. Selain itu, proyek ini juga diharapkan memastikan ketersediaan pasokan bahan bakar dalam negeri tetap stabil, sehingga kebutuhan energi masyarakat dapat terpenuhi secara berkelanjutan.

Penyelesaian RDMP Balikpapan bukan hanya sekadar pembangunan infrastruktur energi, tetapi juga mencerminkan keseriusan pemerintah dalam menyiapkan fondasi ketahanan energi nasional. Kehadiran kilang terbesar di Indonesia ini diharapkan mampu menjadi penopang utama dalam menjaga keberlanjutan pasokan energi jangka panjang.

Selain itu, keberhasilan RDMP Balikpapan akan membawa dampak positif terhadap perekonomian lokal. Mulai dari penciptaan lapangan kerja baru, peningkatan aktivitas industri pendukung, hingga memperkuat peran Balikpapan sebagai kota strategis dalam peta energi nasional. Dengan demikian, proyek ini diyakini akan menjadi salah satu tonggak penting dalam perjalanan energi Indonesia menuju kemandirian. (*)

Maaf guys, kalian tidak bisa melakukan copy paste dari situs ini. Terima kasih