Kaltimdaily.com, Samarinda – Pemerintah Kota Samarinda bener-bener nunjukin keseriusannya buat bikin proses SPMB Samarinda tahun 2025 jadi makin transparan dan bebas dari segala bentuk kecurangan. Gak main-main, Wali Kota Andi Harun resmi ngeluarin SK Nomor 700-05/233/HK-KS/V/2025 buat bentuk Tim Pengawas SPMB.
Konferensi pers soal tim pengawas ini digelar di Balai Kota Samarinda, Senin (2/6/2025). Hadir juga Kadisdikbud Asli Nuryadin dan Kepala BPBD Suwarso yang dampingin langsung Wali Kota. Dalam penyataannya, Andi Harun bilang SPMB tahun ini bakal pake prinsip zero tolerance. Titipan, suap, sampai manipulasi kuota? Siap-siap ketahuan!
“Kalau masih ada yang curang, itu bukan cuma salah satu pihak doang, tapi gagal bareng-bareng. Makanya kita bentuk tim khusus yang bakal ngawasin semua proses SPMB Samarinda,” tegas Andi Harun.
Biar makin terbuka, Pemkot juga siapin banyak saluran buat masyarakat ngadu kalau nemu kejanggalan. Mulai dari WhatsApp, IG @inspektoratsamarinda, sampai posko fisik di Gedung Inspektorat. Tapi ingat, semua laporan bakal diverifikasi. Kalau hoaks atau gak ada bukti, langsung diskip.
Untuk teknis pelaksanaan SPMB Samarinda 2025, masih pake empat jalur utama: zonasi (min 50%), afirmasi (min 15%), perpindahan tugas (maks 5%), dan prestasi (maks 30%). Semua proses pendaftaran dilakukan online via situs Disdikbud Samarinda. Berkas juga bakal dicek digital, tapi tetap bisa diklarifikasi kalau ada yang aneh.
Kadisdik Asli Nuryadin juga ikut nimbrung. Dia tegaskan bahwa sekarang semua sekolah wajib tunduk sama sistem digital ini. Udah gak ada lagi tuh yang bisa lewat “jalur belakang”, apalagi nebeng lewat komite sekolah.
Gak cuma itu, jual beli buku di sekolah negeri juga dilarang keras. Semua kebutuhan belajar bakal ditanggung Pemkot. Fokusnya cuma satu: pendidikan gratis dan adil buat semua anak Samarinda, tanpa pungutan aneh-aneh.
Langkah tegas ini jadi bukti nyata kalau Pemkot bener-bener niat bikin SPMB Samarinda bersih dari drama kecurangan. Dengan sistem yang makin canggih dan pengawasan ketat, peluang buat main belakang makin kecil, Bro & Sis.
Harapannya, generasi muda Samarinda bisa dapet akses pendidikan yang adil, gak peduli status sosial atau koneksi orang tua. Kalau semua daerah niru gerakan ini, pendidikan Indonesia bakal makin keren! (*)







