Kaltimdaily.com, Balikpapan – Seorang siswi SMK di Kota Balikpapan diduga mengalami keracunan setelah menyantap makanan dari program Makan Bergizi Gratis (MBG). Peristiwa ini viral melalui video berdurasi 25 detik yang menampilkan siswi tersebut dalam kondisi lemas di dalam sebuah mobil.
Kepala Dinas Kesehatan Kota (DKK) Balikpapan, Alwiati, membenarkan kejadian tersebut. Ia menjelaskan, siswi yang sempat mengalami gejala mual langsung dilarikan ke Rumah Sakit Balikpapan Baru pada Kamis (25/9/2025). Setelah mendapat penanganan medis, kondisinya membaik dan diperbolehkan pulang.
Menindaklanjuti laporan tersebut, DKK Balikpapan telah mengambil sampel makanan yang dikonsumsi siswi tersebut. Sampel selanjutnya dikirim ke laboratorium Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) di Samarinda untuk dilakukan pemeriksaan. “Kami belum dapat menyampaikan hasil pemeriksaan sebelum uji laboratorium selesai,” ujar Alwiati.
Ia menambahkan, pemerintah kota telah berupaya memperketat pengawasan program MBG melalui Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Petugas pengawas rutin memantau kualitas bahan makanan hingga proses distribusi ke sekolah, guna memastikan keamanan pangan tetap terjaga.
Selain itu, edukasi ulang juga diberikan kepada para pengawas agar lebih teliti dalam pemilihan bahan maupun distribusi makanan. Menurut Alwiati, langkah ini penting untuk mencegah kasus serupa di kemudian hari, mengingat program MBG merupakan salah satu prioritas Pemkot Balikpapan dalam mendukung kesehatan siswa dan tenaga pendidik.
Program MBG sendiri sudah menjangkau ribuan pelajar di Balikpapan. Pemerintah kota bahkan menargetkan pembangunan 68 dapur MBG agar cakupan layanan semakin luas.
Meski kasus dugaan keracunan ini sempat memicu kekhawatiran, DKK menegaskan kondisi siswi tersebut kini telah pulih. Pemerintah mengimbau masyarakat tetap tenang sembari menunggu hasil uji laboratorium dari BPOM Samarinda.
Ke depan, Pemkot Balikpapan memastikan evaluasi menyeluruh terus dilakukan untuk menjamin kualitas dan keamanan makanan program MBG. Langkah ini diharapkan dapat mengembalikan kepercayaan masyarakat bahwa program tersebut benar-benar aman dan bermanfaat bagi pelajar.
Program MBG diyakini tetap menjadi instrumen penting dalam meningkatkan gizi, kesehatan, dan konsentrasi belajar siswa di Balikpapan. Pemerintah berkomitmen menjaga mutu layanan agar setiap peserta didik dapat merasakan manfaat secara maksimal. (*)















