Kaltimdaily.com, Samarinda – Anggota Komisi IV DPRD Samarinda, Anhar, angkat suara soal polemik sekolah favorit yang selalu rame tiap musim PPDB. Di ruang kerjanya, Rabu (21/5/2025), Anhar bilang tegas: negara wajib hadir dan tanggung jawab penuh buat nyediain fasilitas pendidikan yang merata di semua sekolah, tanpa pilih kasih.
Menurutnya, yang namanya sekolah favorit itu justru bikin gap makin lebar. Bukan karena kualitasnya beda jauh, tapi karena persepsi publik yang salah kaprah. “Kesannya yang masuk sekolah favorit itu cuma anak pejabat atau yang punya ‘orang dalam’. Padahal belum tentu mereka lebih pintar juga,” ujar politisi dari Fraksi PDI Perjuangan itu.
Ia juga nyinggung praktik pindah domisili demi bisa masuk sekolah tertentu. Buat Anhar, cara-cara kayak gitu bikin sistem pendidikan makin nggak sehat. “Kalau semua sekolah dikasih fasilitas yang sama, ya semuanya bisa jadi favorit. Anak-anak harusnya bebas milih sekolah sesuai tempat tinggal dan kenyamanan, bukan karena nama besar doang,” katanya.
Menariknya, Anhar punya cerita pribadi yang cukup membantah anggapan soal sekolah favorit. Anaknya yang sekolah di SMP 14 dan SMA 6 Palaran ternyata bisa tembus kuliah ke Universitas Osaka di Jepang. “Itu bukti, sekolah biasa juga bisa lahirin anak hebat. Yang penting semangatnya dan ada dukungan dari orang tua sama guru,” jelasnya.
Soal PPDB, Anhar juga nggak tutup mata sama praktik-praktik curang yang masih suka muncul, apalagi yang berbau nepotisme. Dia bilang, hal kayak gitu emang susah dipantau, tapi bukan berarti dibiarkan. “Ini PR bareng-bareng. Kita harus kawal biar PPDB bisa transparan dan adil buat semua,” tegasnya.
Anhar berharap pemerintah segera ambil sikap tegas buat beresin masalah klasik ini. Pemerataan pendidikan bukan cuma soal bangunan atau label favorit, tapi soal hak setiap anak buat dapet akses pendidikan yang setara.
Kalau semua sekolah udah dibekali fasilitas yang layak dan guru yang kompeten, masyarakat nggak akan sibuk cari ‘sekolah unggulan’ lagi. Karena yang jadi unggulan itu bukan gedung atau nama, tapi semangat belajar dan kualitas manusia di dalamnya. (ADV/DPRDSMR/YN)







