banner-sidebar
ADVDPRD SamarindaKaltimSamarinda

TPS3R Jadi Inspirasi Warga Sempaja dan Bengkuring

Avatar
1093
×

TPS3R Jadi Inspirasi Warga Sempaja dan Bengkuring

Share this article
TPS3R Jadi Inspirasi Warga Sempaja dan Bengkuring
Muhammad Andriansyah bersama warga. Ft by Dok DPRD Samarinda

Kaltimdaily.com, Samarinda – Anggota Komisi III DPRD Samarinda, Muhammad Andriansyah atau yang akrab disapa Bang Aan, lagi-lagi mampir ke TPS3R PT ARI di Jl. Bugis, Mugirejo, Sungai Pinang. Ini kunjungan ketiganya, dan kali ini dia nggak datang sendirian.

Bang Aan ngajak warga dari RT 18 Sempaja dan RT 48 Turi Putih buat lihat langsung gimana proses pemilahan sampah yang bener.

Sebelumnya, dia udah dua kali ke lokasi itu. Yang pertama cuma cek-cek situasi, kunjungan kedua ngobrol santai sama pengelola.

Nah, kali ini dia makin serius karena dua RT yang dia ajak bakal dijadikan contoh dalam program “Kutiga Kita” — alias gerakan pilah sampah dari sumbernya.

Bang Aan ngaku, warga yang dia ajak punya rekam jejak keren dalam urusan lingkungan. Contohnya, mereka pernah ikut dalam program Kampung Salai yang sampai dapet banyak penghargaan.

 

“Kita pengen mereka bisa lihat langsung, gimana sampah rumah tangga bisa diubah jadi barang bernilai kayak botol plastik yang udah dipres,” katanya.

Ternyata, udah ada juga warga yang mulai pilah sampah dari rumah, tapi belum terkoordinasi dengan baik.

Makanya, sekarang lagi disusun konsep pemilahan yang lebih rapi dan efisien. Target akhirnya sih keren banget—sampah rumah tangga udah kelar di tingkat RT, jadi gak perlu numpuk lagi di TPA.

Program ini bakal dimulai pelan-pelan, nggak langsung serentak. “Yang penting kita ubah dulu mindset warganya. Kalau budaya pilah sampah udah terbentuk, tinggal kita kuatkan dengan aturan resmi,” jelas Bang Aan.

Gak cuma berhenti di situ, ke depan rencananya tiap RT bakal punya TPSRT (Tempat Pengolahan Sampah skala RT). Nantinya, akan ada kamar-kamar pemilahan sampah: kering, basah, plastik, besi, sampai kaca. Sampah basah bisa diolah jadi kompos atau buat pakan maggot—bekerja sama dengan mitra lingkungan.

Langkah ini bukan cuma soal ngurangin volume sampah harian, tapi juga ngajarin warga buat lebih melek lingkungan. Kalau budaya kayak gini bisa nyebar ke seluruh Samarinda, bisa jadi contoh buat kota-kota lain.

Bang Aan optimis, lewat kerja bareng kayak gini, masalah sampah bukan cuma bisa dikurangin, tapi juga bisa ngasih nilai ekonomi buat masyarakat. Jadi, yuk mulai pilah sampah dari rumah—biar lingkungan bersih, dan dompet ikut senyum! (ADV/ DPRDSMR/YN)




Maaf guys, kalian tidak bisa melakukan copy paste dari situs ini. Terima kasih