Kaltimdaily.com, Samarinda – Anggota Komisi III DPRD Kota Samarinda, M. Andriansyah alias Aan, yakin banget kalau masalah sampah di Samarinda bisa diberesin maksimal dalam setahun.
Tapi, ada syaratnya: Perwali Nomor 18 Tahun 2022 harus dijalanin serius dan konsisten!
Pernyataan itu disampaikannya usai hadir di Diskusi Publik bareng HMI Cabang Samarinda, Minggu (13/7/2025) di Kafe Kapiten, Jalan Kadrie Oening.
Aan bilang, peluang beresin problem klasik soal sampah kota ini terbuka lebar kalau semua pihak serius.
“Saya optimis, kalau Perwali itu dipakai beneran, masalah sampah bisa selesai dalam waktu paling lama setahun. Bahkan bisa lebih cepat,” tegas Aan.
Aan juga ngajak masyarakat buat ikut andil dalam penerapan aturan. Katanya, kalau ada yang buang sampah sembarangan, jangan ragu difoto, diviralin, dan dilaporin!
Hal kayak gini penting banget buat dukung sanksi tegas.
Aan juga menanggapi komentar miring netizen yang nyebut Samarinda termasuk lima kota terburuk soal pengelolaan sampah.
Dia langsung sanggah klaim itu dan minta bukti konkret.
“Jangan asal nge-judge kalau nggak tahu indikator penilaiannya. Kalo ada datanya ayo kita cek bareng. Tapi kalau cuma asal ngomong, itu bisa bikin citra kota jelek,” ujar Aan.
Samarinda juga udah mulai pakai sistem sanitary landfill di Tempat Pembuangan Akhir (TPA), yang menurut Aan jauh lebih ramah lingkungan dibanding metode lama.
Malah, dia bilang nggak semua kota besar di Kalimantan udah pakai sistem ini.
“Samarinda udah lebih dulu pakai. Kalau ini dipertahankan, saya yakin kita bisa jadi 10 besar, bahkan 5 besar kota terbaik kelola sampah,” tambahnya.
Aan juga buka suara soal rencana penerapan teknologi insinerator modern. Teknologi ini katanya udah dipakai di banyak negara dan lebih aman buat lingkungan karena asapnya diolah dulu pakai air, bukan langsung dibuang ke udara.
Aan nutup keterangannya dengan ajakan ke semua lapisan masyarakat buat bareng-bareng jaga kebersihan kota dan stop buang sampah sembarangan.
Menurutnya, ini bukan cuma soal aturan, tapi juga budaya bareng yang kudu dibangun dari sekarang.
Kalau semua kompak dan saling jaga, bukan cuma wajah kota yang makin kinclong, tapi kualitas hidup warga juga makin oke. Jadi, yuk bareng-bareng angkat derajat Samarinda jadi kota bersih yang bisa jadi contoh buat daerah lain! (YANA)















