banner-sidebar
Bontang

Rumah Rusak Akibat Longsor di Bontang, Warga Belimbing Mengungsi ke Mushola

Avatar
1077
×

Rumah Rusak Akibat Longsor di Bontang, Warga Belimbing Mengungsi ke Mushola

Share this article
Salah satu rumah yang kena longsor di Bontang. Ft by Ist

Kaltimdaily.com, Bontang – Hujan deras yang mengguyur Kota Bontang pada Selasa (16/9/2025) menyebabkan bencana alam di wilayah Kelurahan Belimbing. Sebuah rumah di Gang Cendrawasih RT 45 mengalami kerusakan cukup parah akibat longsor.

Rumah tersebut dihuni tiga orang, termasuk kepala keluarga bernama Rudi. Saat kejadian, seluruh penghuni berhasil dievakuasi dan kini memilih mengungsi di mushola terdekat.

Lurah Belimbing, Dwi Andriyani, menjelaskan bahwa pihak kelurahan sebenarnya telah menawarkan fasilitas rumah singgah milik Pemerintah Kota Bontang. Namun, pemilik rumah lebih memilih tetap berada di dekat lokasi hunian mereka.

“Rumah yang terdampak longsor dihuni tiga orang dan saat ini mereka mengungsi di mushola. Kami sudah menawarkan rumah singgah milik Pemkot, tetapi pemilik lebih memilih tetap dekat dengan rumahnya,” ujar Dwi.

Selain longsor, derasnya curah hujan juga mengakibatkan 12 rumah lain di kawasan tersebut terendam banjir. Laporan terkait kondisi ini telah diteruskan kepada dinas teknis untuk segera ditangani. Tim gabungan yang terdiri dari BPBD, Dinas Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat, Dinas Perkim, serta Dinas PUPR sudah turun langsung ke lapangan untuk melakukan pendataan dan survei kerusakan.

Tidak hanya itu, bencana juga menimpa kawasan Perumahan Pesona Sintuk. Hujan deras disertai angin kencang menyebabkan pohon cemara tumbang dan menimpa jaringan kabel listrik. Akibatnya, aliran listrik terputus dan hingga berita ini diturunkan kawasan tersebut masih mengalami pemadaman. “Untuk wilayah Pesona Sintuk masih gelap gulita karena kabel listrik tertimpa pohon. Kami sudah melaporkan kondisi ini agar segera ditangani,” jelas Dwi.

Dwi menambahkan bahwa pihak kelurahan terus berkoordinasi dengan berbagai instansi terkait agar penanganan bencana di Bontang bisa dilakukan secara cepat. Ia juga mengingatkan warga untuk tetap waspada, mengingat potensi hujan susulan masih cukup tinggi dan bisa menimbulkan risiko bencana baru.

Peristiwa longsor dan banjir ini menjadi pengingat penting bahwa kawasan rawan bencana di Bontang membutuhkan perhatian lebih serius. Upaya mitigasi seperti perbaikan saluran drainase, pemangkasan pohon yang rawan tumbang, serta kesiapan lokasi evakuasi sementara menjadi langkah strategis yang harus segera diprioritaskan.

Dengan curah hujan yang semakin sulit diprediksi, pemerintah dan masyarakat Bontang diharapkan dapat bersinergi dalam mengantisipasi potensi bencana. Tindakan pencegahan dinilai akan lebih efektif daripada penanganan setelah bencana terjadi, sehingga risiko terhadap keselamatan warga dapat ditekan seminimal mungkin.

Ke depan, penting bagi pemerintah Bontang untuk meningkatkan program mitigasi bencana berbasis masyarakat. Edukasi terkait kesiapsiagaan, pelatihan evakuasi, hingga penyediaan sarana darurat di lingkungan rawan bencana perlu terus digalakkan. Dengan langkah itu, warga tidak hanya siap menghadapi situasi darurat, tetapi juga mampu berperan aktif dalam menjaga keselamatan bersama. (*)




Maaf guys, kalian tidak bisa melakukan copy paste dari situs ini. Terima kasih