Kaltimdaily.com, Samarinda – Razia motor bareng Dishub Kota Samarinda dan Satlantas Polresta bikin heboh beberapa sekolah, Selasa (3/6/2025).

Kepala Dishub Hotmarulitua Manalu bilang hal ini dilaksanakan di SMA Negeri 8 demi nurunin angka kecelakaan yang sering melibatkan pelajar di bawah umur.
“Kita ingin mengingatkan kembali bahwa sejak tahun 2009 sudah ada aturan tegas mengenai larangan anak-anak atau siapa pun yang belum memiliki SIM untuk mengendarai sepeda motor. Tapi faktanya, banyak yang mengabaikan keselamatan,” ungkap Hotmarulitua Manalu.
Selama razia motor ini, tim nemuin masih bejibun siswa yang ngeyel bawa motor, padahal kepala sekolah udah berkali-kali wanti-wanti.
“Tadi kami lihat langsung di SMA 8, meskipun sudah ada imbauan dari kepala sekolah, masih banyak siswa yang tetap membawa motor ke sekolah. Bahkan ada modus siswa menggunakan motor milik warga,” tambahnya.
Di sisi lain, SMPN 10 malah dapet acungan jempol karena siswanya banyak yang milih jalan kaki atau sepedaan.
“Kita lihat di SMPN 10, banyak siswa yang memilih berjalan kaki atau bersepeda. Ini contoh baik yang harus kita dukung,” ujarnya.
Buat anak yang gowes, Dishub siap nyodorin helm gratis.
“Meskipun hanya naik sepeda, perlindungan kepala tetap penting. Kami akan bantu helm bagi siswa yang bersepeda ke sekolah,” tegas Manalu.
Respons Sekolah: Teguran sampai Panggil Ortu

Kepala SMAN 8, Nurhayati, bilang aturan udah jelas—siswa kelas 10 & 11 yang belum cukup umur dilarang keras bawa motor.
“Kami sudah buat aturan, siswa yang belum cukup umur tidak boleh bawa motor. Ada yang melanggar, kami beri teguran dan sampaikan ke orang tua,” jelas Nurhayati.
Hal senada dilontarkan Waka Sapras SMPN 10, Januar:

“Kalau ada siswa bawa motor, kami tidak hanya menegur secara lisan, tapi juga menyampaikan langsung ke orang tua. Karena biasanya mereka membawa kendaraan juga atas izin keluarga,” ungkapnya.
Langkah gencar razia motor ini diharapkan bikin pelajar dan orang tua makin melek risiko. Gak cuma soal tilang,
tapi soal nyawa di jalan. Edukasi di kelas plus penegakan di lapangan harus jalan bareng biar efek jera benar-benar kerasa.
Ke depan, Dishub rencana buka klinik mengemudi gratis khusus pelajar agar budaya safety riding terbentuk sejak dini—biar #RaziaMotor cuma jadi pengingat, bukan momen panik tiap kali polisi datang! (YN)






