banner-sidebar
KaltimSamarinda

HMI Samarinda Tagih Janji Wali Kota Soal Banjir & Tambang

Avatar
792
×

HMI Samarinda Tagih Janji Wali Kota Soal Banjir & Tambang

Share this article
HMI Samarinda Tagih Janji Wali Kota Soal Banjir & Tambang
Suasana Demo. Ft by Disway Kaltim

Kaltimdaily.com, Samarinda – HMI Cabang Samarinda turun ke jalan! Hari Selasa (3/6/2025), mereka ngadain demo kece di depan Balai Kota buat nyuarain uneg-uneg soal kinerja 100 hari duet Wali Kota Andi Harun dan Wakilnya, Saefuddin Zuhri.

Massa aksi dari HMI gak cuma dateng bawa poster, tapi juga bawa harapan besar buat masa depan Kota Tepian. Ketua HMI Cabang Samarinda, Syahril Hailil, bilang kalau ini bukan aksi nyinyir, tapi bentuk cinta anak muda buat kota mereka.

“Kami tidak datang membawa prasangka, tapi harapan. Harapan ini kami serahkan langsung kepada pemerintah agar bisa diimplementasikan,” tegas Syahril dalam orasinya.

Isu banjir jadi bahan kritik utama. Menurut Syahril, banjir masih jadi “tamu langganan” meski pemerintahan baru udah kerja selama 100 hari. Dia nyentil Pemkot yang cuma nyalahin curah hujan tinggi, tapi gak nunjukin aksi nyata buat mitigasi.

“Luapan hujan tidak bisa jadi alasan. Seharusnya ada mitigasi sejak awal. Apakah pengendalian banjir dilakukan secara serius dan masif? Kami ragu,” sentilnya.

Gak cuma soal banjir, HMI juga ngebahas longsoran di Terowongan Samarinda. Katanya, proyek itu belum lewat kajian geoteknik yang bener-bener matang. Dindingnya longsor, tapi siapa yang tanggung jawab?

“Dinding terowongan longsor. Di mana kajian geoteknya? Ini pertanyaan serius yang perlu dijawab dengan transparan, bukan saling lempar tanggung jawab,” ucap Syahril.

Isu tambang pun ikut disorot. Syahril mempertanyakan komitmen Pemkot buat bikin Samarinda bebas tambang di 2026. Faktanya, ada 24 izin tambang baru yang udah keluar.

“Ada 24 izin tambang baru. Padahal, dulu Wali Kota berjanji akan menghapus tambang. Janji itu kami tagih hari ini,” lanjutnya.

Sayangnya, demo yang berlangsung damai ini sedikit antiklimaks karena Wali Kota gak muncul. HMI merasa dialog yang berlangsung kurang greget karena cuma diwakili pejabat lain yang jawaban-jawabannya saling lempar.

“Kalau Wali Kota hadir, mungkin jawabannya bisa lebih konkret. Tapi yang kami dapat justru saling lempar jawaban antar instansi,” keluh Syahril.

Aksi dari HMI ini bukan sekadar demo biasa, tapi juga jadi sinyal kalau generasi muda udah makin peduli sama transparansi dan akuntabilitas pemerintah. Mereka gak cuma nuntut janji, tapi juga ngebawa solusi dan dorongan untuk evaluasi bersama.

Harapannya, semua kritik dan masukan yang disuarakan HMI bisa jadi bahan refleksi serius buat Pemkot Samarinda. Bukan buat dijadikan bahan defensif, tapi jadi acuan untuk kerja nyata yang berdampak langsung ke masyarakat. (*)




Maaf guys, kalian tidak bisa melakukan copy paste dari situs ini. Terima kasih